Scroll to read post

Islam Memang Ajarkan Keseimbangan Dunia dan Akhirat, Jangan Terjebak Ekstremitas

Pauel Scott
Islam Memang Ajarkan Keseimbangan Dunia dan Akhirat, Jangan Terjebak Ekstremitas
Islam Memang Ajarkan Keseimbangan Dunia dan Akhirat, Jangan Terjebak Ekstremitas
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 20 Mei 2026 | Islam tidak mengajarkan ekstremitas, baik dalam dunia maupun akhirat. Agama ini mengajarkan keseimbangan, di mana dunia sebagai jalan dan akhirat sebagai tujuan. Konsep ini dapat dilihat dalam Surah Al-Qashash ayat 77, yang menjelaskan bahwa manusia harus mencari kebahagiaan akhirat dan tidak melupakan bagian di dunia.

Sejarah membuktikan bahwa kejayaan Islam tidak lahir dari umat yang malas dunia. Pada masa Islamic Golden Age, dunia Islam menjadi pusat ilmu pengetahuan global. Kota Baghdad, Cordoba, dan Kairo melahirkan ilmuwan astronomi, kedokteran, matematika, filsafat, hingga teknik sipil.

Peradaban besar lahir dari keseimbangan ilmu dan iman. Umat Islam dahulu tidak mempertentangkan masjid dengan laboratorium, zikir dengan riset, ibadah dengan perdagangan, atau akhirat dengan pembangunan sosial. Mereka memadukan semuanya dalam satu visi tauhid.

Islam tidak mengajarkan manusia menjadi sosok yang lari dari kehidupan, juga tidak mendorong manusia menjadi mesin materialisme tanpa ruh. Jalan Islam adalah jalan tengah: bekerja keras di bumi sambil hati tetap terikat kepada langit.

Ukuran kesalehan seorang Muslim seharusnya bukan hanya panjangnya zikir atau lamanya ibadah mahdhah, tetapi juga sejauh mana ia memberi manfaat bagi manusia, membangun ilmu, menegakkan keadilan, menguatkan ekonomi umat, dan menghadirkan rahmat bagi kehidupan.

Dalam pandangan Islam, dunia dan akhirat bukan dua kutub yang harus dipilih salah satunya. Dunia adalah kendaraan menuju akhirat. Dan kendaraan yang rusak tidak akan pernah mengantarkan penumpangnya sampai ke tujuan.