bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Total kasus HIV dan AIDS di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mencapai 9.540 kasus. Menurut data yang disampaikan Technical Officer Yayasan Vesta Indonesia, Muhammad Zidny Kafa, pada audiensi HIV dan AIDS di DIY, kasus didominasi oleh kelompok usia produktif 20-29 tahun dan 30-39 tahun.
Mayoritas kasus ini berasal dari kalangan pekerja swasta, mahasiswa, hingga pelajar. Hal ini menunjukkan bahwa penyebaran HIV dan AIDS masih menjadi perhatian utama di DIY.
Muhammad Zidny Kafa juga menekankan bahwa masih ditemukan stigma dan diskriminasi terhadap kelompok rentan, bahkan dari sebagian tenaga kesehatan. Oleh karena itu, kolaborasi antara NGO dan pemerintah perlu diperkuat agar tidak sekadar formalitas.
Joko Hadi Purnomo, Ketua Yayasan Vesta, mengatakan bahwa hampir 600 kasus HIV dan AIDS berhasil ditemukan melalui penjangkauan Yayasan Vesta yang mendampingi pekerja perempuan, komunitas waria, dan kelompok rentan lainnya.
Indonesia sudah masuk kategori middle income country, sehingga donor internasional mulai mengurangi pembiayaan HIV dan AIDS. Tahun depan anggaran diperkirakan terpotong sekitar 40 sampai 60 persen.
Sementara itu, Dinas Kesehatan DIY mencatat capaian penanganan HIV dan AIDS pada awal 2026 baru sekitar 62 persen. Oleh karena itu, penanganan HIV dan AIDS membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, OPD, dan organisasi pendamping, termasuk penguatan SDM pendamping di tingkat masyarakat.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi, menyampaikan bahwa DPRD pada prinsipnya mendukung upaya penanganan HIV/AIDS melalui mekanisme penganggaran yang sesuai ketentuan.
Kesimpulan, penanganan HIV dan AIDS di DIY masih menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, perlu diperkuat kolaborasi antara NGO dan pemerintah, serta penguatan SDM pendamping di tingkat masyarakat.









