bisnis.laksamana.id – 20 Mei 2026 | Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengumumkan bahwa dua warga negara Indonesia (WNI) lagi diduga diculik oleh militer Israel saat berlayar menuju Gaza. Keduanya adalah aktivis kemanusiaan yang berangkat dengan misi damai untuk memberikan bantuan ke Gaza.
Kapal Zefiro yang ditumpangi kedua WNI itu diintersep oleh pasukan Israel pada Selasa (19/5) malam waktu setempat. Hal ini menambah total jumlah WNI yang diduga diculik oleh Israel menjadi 7 orang.
Media Centre Crisis GPCI, Syamsul Ardiansyah, menegaskan bahwa kedua WNI itu dalam misi memberikan bantuan ke Gaza. ‘Keduanya adalah aktivis kemanusiaan yang datang dengan misi damai tanpa kekerasan untuk melaksanakan panggilan kemanusiaan dalam rangka memberikan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat Gaza,’ tutur Syamsul.
Syamsul juga menjelaskan bahwa kapal para relawan kemanusiaan itu dicegat saat berlayar di perairan internasional. ‘Berdasarkan hukum laut internasional, ada konsep namanya yurisdiksi eksklusif negara bendera, yang menyatakan bahwa kapal-kapal yang berlayar di laut lepas tunduk secara eksklusif pada yurisdiksi negara di mana tempat kapal itu terdaftar. Jadi di sini kita bisa lihat bahwa Israel tidak memiliki hak, bahkan kewenangan untuk mengintersep, merusak, atau bahkan menculik para pekerja kemanusiaan,’ tutur Syamsul.
Sejauh ini, total ada 7 WNI yang diduga diculik militer Israel. Daftar lengkapnya antara lain:
- Thoudy Badai (Jurnalis Republika)
- Rahendro Herubowo (Aktivis)
- Bambang Noroyono (Jurnalis Republika)
- Andre Prasetyo Nugroho (Jurnalis TV Tempo)
- Andi Angga (Aktivis)
- Herman Budiyanto Sudarsono (Aktivis)
- Ronggo Wirasano (Aktivis)
Sementara itu, GPCI masih memantau situasi dan berusaha untuk membebaskan WNI yang diduga diculik oleh Israel. GPCI juga menyerukan kepada pemerintah Indonesia untuk segera melakukan tindakan untuk membebaskan WNI yang tertawan.
Kesimpulan, kejadian ini menunjukkan bahwa Israel masih melakukan aksi agresi terhadap warga sipil dan relawan kemanusiaan. GPCI dan masyarakat dunia harus terus memperjuangkan hak-hak WNI yang terjebak di Gaza.








