bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti fokus utama DPR dalam masa sidang terbaru yang dimulai Selasa (12/5/2026) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Dalam pidato pembukaannya, Puan menggarisbawahi pentingnya stabilitas ekonomi nasional di tengah situasi global yang penuh tantangan akibat konflik geopolitik dan geoekonomi, terutama di kawasan Timur Tengah.
Puan menekankan bahwa ketegangan di Selat Hormuz bukan hanya masalah regional, tetapi telah berdampak pada ekonomi nasional Indonesia. Dampak ini terlihat dari tekanan nilai tukar rupiah, kenaikan harga energi dan BBM, serta meningkatnya biaya logistik dan distribusi. Kondisi ini berpotensi memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat, terutama sektor industri, transportasi, dan UMKM.
Puan menyatakan bahwa DPR mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi, termasuk kerjasama dengan Bank Indonesia untuk mengelola arus keluar modal asing dan menjaga harga kebutuhan pokok. DPR juga menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi masyarakat kecil agar tidak menjadi korban utama dari gejolak ekonomi global.
Lebih lanjut, DPR bersama pemerintah akan membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027. Puan menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi ketimpangan sosial.
Dalam agenda legislasi, DPR akan melanjutkan pembahasan empat Rancangan Undang-Undang (RUU) penting, yaitu RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, RUU tentang Hukum Perdata Internasional, RUU tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, dan RUU tentang Desain Industri.
Selain itu, DPR fokus pada fungsi pengawasan terhadap isu strategis seperti sistem transportasi darat, pengamanan pasukan TNI, integrasi digital e-KTP, penanganan pertambangan ilegal, dan pengawasan lembaga pendidikan berasrama. Isu lain yang menjadi perhatian termasuk pemenuhan hak korban kekerasan seksual, evaluasi data sosial-ekonomi nasional, dan kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan harga minyak dunia.
Di tengah tantangan global, Puan menekankan pentingnya konsolidasi fiskal dan prioritas pembangunan nasional agar masyarakat tetap dapat menikmati hasil pembangunan. DPR mengingatkan pemerintah untuk melakukan penajaman belanja negara dengan ruang fiskal yang terbatas demi kesejahteraan rakyat.







