bisnis.laksamana.id – 14 Mei 2026 | Dalam perkembangan terbaru, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto secara tegas mengkritik para pengusaha yang terlibat dalam ekspor sumber daya alam (SDA) seperti batu bara dan emas, yang memilih untuk menyimpan devisa hasil ekspor mereka di luar negeri. Prabowo menyatakan bahwa tindakan ini tidak hanya merugikan perekonomian nasional tetapi juga menghambat pertumbuhan ekonomi yang sedang diupayakan pemerintah.
Prabowo menyoroti bahwa banyak pengusaha masih belum mematuhi kebijakan pemerintah yang mengharuskan devisa hasil ekspor (DHE) disimpan di bank-bank pelat merah dalam negeri. Hal ini, menurutnya, menunjukkan kurangnya patriotisme ekonomi dan melemahkan kedaulatan ekonomi Indonesia. Prabowo menegaskan pentingnya dana dari hasil ekspor SDA digunakan untuk mendukung pembangunan di dalam negeri, bukan malah mengalir ke luar negeri.
Dengan menyimpan DHE di luar negeri, aliran modal yang seharusnya bisa memperkuat cadangan devisa nasional justru tersebar di bank-bank asing. Prabowo mengingatkan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa keuntungan dari SDA dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh bangsa Indonesia. Ia juga menambahkan bahwa langkah ini dapat membantu menstabilkan nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Pernyataan Prabowo ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran pemerintah terhadap lemahnya penegakan kebijakan penyimpanan DHE di dalam negeri. Pemerintah berencana untuk memperketat pengawasan terhadap kebijakan ini dan memberikan sanksi bagi mereka yang tidak patuh. Tujuan akhirnya adalah untuk memastikan bahwa kekayaan alam Indonesia benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian dan rakyat Indonesia.
Kritik ini mendapat tanggapan beragam dari berbagai pihak. Beberapa pengusaha berargumen bahwa penyimpanan DHE di luar negeri dilakukan untuk alasan keamanan dan kemudahan transaksi internasional. Namun, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan jaminan keamanan dan kemudahan bagi para eksportir yang mau mematuhi kebijakan tersebut.
Dalam jangka panjang, pemerintah berharap bahwa kebijakan ini tidak hanya akan meningkatkan cadangan devisa nasional tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia di kancah ekonomi global. Prabowo mengajak semua pihak untuk bekerjasama demi kemajuan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan.
Kesimpulannya, kritik Prabowo terhadap pengusaha yang menyimpan DHE di luar negeri merupakan seruan untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab nasional dalam pengelolaan kekayaan alam. Dengan meningkatkan partisipasi dan kepatuhan terhadap kebijakan ini, diharapkan ekonomi Indonesia dapat tumbuh lebih kuat dan tangguh menghadapi berbagai tantangan global.








