Scroll to read post

China Mengembangkan Teknologi Hujan Buatan untuk Mendinginkan Kota

China Mengembangkan Teknologi Hujan Buatan untuk Mendinginkan Kota
China Mengembangkan Teknologi Hujan Buatan untuk Mendinginkan Kota
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 05 Juli 2026 | Kota Yuncheng, Provinsi Shanxi, China, baru-baru ini mengembangkan sistem ‘hujan buatan’ untuk menurunkan suhu di tengah gelombang panas yang melanda negara ini.

Sistem ini menggunakan nozel bertekanan tinggi yang menyemburkan air dalam bentuk butiran yang sangat kecil, membentuk awan kabut dan menyelimuti area sekitar bangunan.

Media China melaporkan sistem tersebut mampu menurunkan suhu udara dan permukaan hingga sekitar 5 hingga 8 derajat Celsius dalam hitungan menit ketika suhu luar ruangan mendekati 38 derajat Celsius.

Sistem ini juga dinilai lebih hemat energi dibandingkan dengan pendingin udara konvensional. Operasionalnya hanya membutuhkan air, pompa, dan nozzle bertekanan tinggi, sehingga penggunaan listrik jauh lebih rendah.

Teknologi serupa telah diterapkan di sejumlah kota di China, termasuk taman kota, alun-alun, kawasan pejalan kaki, hingga halte bus selama musim panas.

Gelombang panas yang semakin sering dan berlangsung lebih lama di China membuat para ilmuwan mengaitkan kondisi tersebut dengan perubahan iklim yang meningkatkan intensitas cuaca ekstrem.

Selain itu, kota-kota besar di China juga menghadapi fenomena urban heat island, atau pulau panas perkotaan, yang menyebabkan suhu kawasan perkotaan menjadi lebih tinggi dibandingkan wilayah pedesaan di sekitarnya.

Masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman padat semakin rentan terhadap suhu ekstrem, terutama jika tidak memiliki akses terhadap sistem pendingin ruangan yang memadai.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyebut proyek di Shanxi sebagai salah satu contoh upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui inovasi perkotaan.

Sebagian ahli mengingatkan perlunya memperhatikan penggunaan air, terutama di wilayah yang mengalami keterbatasan sumber daya air.

Tren global dalam mengembangkan solusi pendinginan kota yang hemat energi membuat sistem penyemprot kabut di atap gedung berpotensi menjadi salah satu teknologi yang semakin banyak diterapkan di kawasan perkotaan.