Scroll to read post

Puluhan Kerangka Manusia Tanpa Kepala Ditemukan di Parit Slovakia: Sejarah Mengerikan Zaman Batu Baru

Darya abra
Puluhan Kerangka Manusia Tanpa Kepala Ditemukan di Parit Slovakia: Sejarah Mengerikan Zaman Batu Baru
Puluhan Kerangka Manusia Tanpa Kepala Ditemukan di Parit Slovakia: Sejarah Mengerikan Zaman Batu Baru
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 14 Juni 2026 | Puluhan kerangka manusia tanpa kepala telah ditemukan di sebuah parit di Slovakia, menimbulkan perdebatan antara para ilmuwan tentang apakah hal ini merupakan hasil pembantaian massal atau ritual pemakaman yang kompleks. Situs Neolitik Vráble dihuni oleh masyarakat budaya Linear Pottery (LBK) antara tahun 5250 hingga 4950 SM.

Para arkeolog menemukan empat pasang kerangka tanpa kepala serta satu kuburan massal yang berisi sedikitnya 77 kerangka tanpa kepala. Hanya ada satu kerangka yang masih memiliki kepala, dan itu milik seorang anak. Analisis awal menunjukkan bahwa yang terjadi di sini bukan ‘pemenggalan’ secara kekerasan, melainkan proses pelepasan tengkorak yang dilakukan dengan sangat terampil.

Peneliti juga membuka kemungkinan adanya ketegangan antar-kelompok di tiga kawasan permukiman Vráble. Dugaan itu muncul karena hanya satu kawasan yang dilindungi parit dan pintu masuknya menghadap menjauh dari dua kawasan lainnya.

Menguburkan jasad manusia di parit kemungkinan menjadi cara untuk menandai wilayah komunitas atau memperkuat hubungan simbolis dengan para leluhur. Penggalian lanjutan akan dilakukan untuk meneliti sisa parit dan menganalisis lebih dalam tulang-belulang yang ditemukan.

Temuan awal ini sudah menunjukkan bahwa Vráble adalah situs penggalian yang luar biasa. Tempat ini membantu menjawab pertanyaan mendasar: bagaimana manusia Neolitik memahami kematian dan tubuh, serta bagaimana praktik tersebut membentuk struktur sosial masyarakat petani awal.

Para peneliti mengakui bahwa mereka belum bisa memastikan apakah kekerasan berperan dalam kematian orang-orang tersebut. Tetapi karena beberapa individu dikubur berpasangan dan sebagian lain dalam kelompok besar, praktik pemenggalan ini diduga lebih berkaitan dengan ritual pemakaman yang berfokus pada kepala sebagai simbol identitas dan kehidupan.

Interpretasi ini juga sejalan dengan praktik pemujaan leluhur berbasis kepala di sejumlah wilayah Neolitik lain, seperti Çatalhöyük di Turki selatan dan Jericho di kawasan Tepi Barat. Di Jericho dan beberapa situs Timur Dekat kuno lainnya, masyarakat diketahui mengambil tengkorak leluhur, melapisinya dengan plester untuk membentuk wajah, lalu mengecat dan memajangnya di tengah komunitas.