Scroll to read post

Eks Relawan Prabowo-Gibran Tegaskan Gerakan Sosial Harus Fokus pada Kemandirian

Ngasari Tisa Tisa
Eks Relawan Prabowo-Gibran Tegaskan Gerakan Sosial Harus Fokus pada Kemandirian
Eks Relawan Prabowo-Gibran Tegaskan Gerakan Sosial Harus Fokus pada Kemandirian
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 14 Juni 2026 | Mantan Komandan Relawan Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti, menyorot narasi yang ia nilai pesimistis dari gerakan sosial yang belakangan tengah digaungkan di berbagai gerakan. Menurutnya, narasi seperti isu kebangkrutan negara hingga seruan meninggalkan rupiah sangat bertolak belakang dengan semangat kemandirian nasional.

Haris menyatakan bahwa narasi seperti itu tidak sejalan dengan sejarah gerakan sosial di era kemerdekaan yang justru membangun narasi kedaulatan. Ia mencontohkan bahwa jika kita perhatikan narasi Indonesia bangkrut, sale Indonesia, hingga buang rupiah, ini adalah narasi yang tidak sejalan dengan semangat kemandirian bangsa.

Tradisi gerakan sosial kita semestinya menawarkan pandangan alternatif sebagai antitesis terhadap situasi yang menyimpang. Menurut Haris, jika kita ingin membangun ekonomi yang berdikari, kita harus membenahi kebocoran penerimaan negara. Ia mencontohkan langkah pemerintah yang fokus pada perbaikan sistemik, seperti pemberantasan kebocoran penerimaan negara, serta penekanan praktik under-invoicing dan transfer pricing.

Haris juga menilai bahwa kritik terhadap berbagai program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberdayaan kampung nelayan, hingga pembangunan sekolah rakyat seharusnya tidak menyasar pada eksistensi programnya. Menurutnya, jika terdapat oknum yang melakukan penyimpangan, maka penegakan hukum terhadap oknum tersebut yang harus dikedepankan.

Kita harus fokus pada membangun ekonomi yang berdikari, bukan membangun narasi pesimistis. Kita harus membenahi kebocoran penerimaan negara, bukan meninggalkan rupiah. Kita harus membangun narasi kedaulatan, bukan narasi kebangkrutan.

Jadi, mari kita fokus pada membangun ekonomi yang berdikari, narasi kedaulatan, dan kemandirian nasional. Mari kita bangun Indonesia yang kuat dan berdikari.

Terakhir, mari kita tidak lupa bahwa kita adalah gerakan sosial yang konstruktif. Mari kita menawarkan solusi alternatif, bukan hanya serangan pribadi terhadap Presiden. Mari kita membangun Indonesia yang lebih baik, bukan hanya mengkritisinya.