Scroll to read post

Kasus Terkapar Wanita di Sempur Bogor: Polisi Cek CCTV dan Investigasi

Darya abra
Kasus Terkapar Wanita di Sempur Bogor: Polisi Cek CCTV dan Investigasi
Kasus Terkapar Wanita di Sempur Bogor: Polisi Cek CCTV dan Investigasi
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 13 Juni 2026 | Kasus terkapar seorang wanita berinisial S (46) di Taman Kaulinan, Lapangan Sempur, Kota Bogor, pada Kamis (11/6) malam telah menimbulkan keprihatinan di kalangan masyarakat. Wakil Wali Kota Bogor, Dedie Abdul Rachim, menyatakan bahwa peristiwa ini terjadi pada malam hari, sehingga tidak terlalu banyak orang yang lalu lalang memperhatikan. Karena itu, ia mengakui telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman itu, kata Dedie, didorong untuk diserahkan kepada Polresta Bogor.

Atas kasus ini, Dedie mengaku telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mengecek rekaman CCTV di sekitar lokasi. Rekaman itu, kata Dedie, didorong untuk diserahkan kepada Polresta Bogor. Meski demikian, diketahui bahwa terdapat satu CCTV yang berada di Taman Kaulinan. Namun CCTV tersebut dalam keadaan mati.

Sebelumnya, S ditemukan terkapar tak sadarkan diri oleh ranger park di lokasi pada Kamis pukul 20.00 WIB. Kata Kapolsek Bogor Tengah Kompol Waluyo, korban diketahui dibius oleh pria yang dikenalnya dari media sosial. Diduga wanita tersebut berkenalan dengan seseorang di media sosial dan dibius oleh orang yang dikenalnya tersebut, selanjutnya diamankan ke pos park ranger.

Dari pemeriksaan sejauh ini, polisi menyebutkan korban tak sadarkan diri karena meneguk minuman kemasan berperisa jeruk. Diduga minuman tersebut telah dicampur obat tertentu sehingga korban hilang kesadaran. Melalui minuman lah, minuman kemasan. Di botolan kayak gitu. Minuman kayak rasa buah gitu, kayak orange juice gitu.

Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis. Setelah itu, korban dijemput pihak keluarga dan kembali dirujuk ke RSUD Ciawi. Dalam peristiwa ini, korban kehilangan telepon genggam, dompet, dan uang tunai sekitar Rp 200 ribu.

Berdasarkan investigasi polisi, diduga korban dibius oleh pria yang dikenalnya dari media sosial. Peristiwa ini telah menimbulkan perhatian dari masyarakat dan pihak berwenang. Polisi sedang melakukan investigasi lebih lanjut untuk menemukan pelaku dan mengadakan tindakan hukum yang tepat.