Scroll to read post

Kemenkes: WNA Kontak Erat Hantavirus Lakukan Karantina Mandiri di Jakarta

Pauel Scott
Kemenkes: WNA Kontak Erat Hantavirus Lakukan Karantina Mandiri di Jakarta
Kemenkes: WNA Kontak Erat Hantavirus Lakukan Karantina Mandiri di Jakarta
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Seorang warga negara asing (WNA) yang diketahui melakukan kontak erat dengan kasus Hantavirus dari kapal MV Hondius telah menjalani karantina mandiri setelah tiba di Indonesia. Langkah ini diambil sebagai bentuk kesadaran tinggi terhadap risiko penularan penyakit tersebut.

WNA berusia 60 tahun ini berdomisili di Jakarta Pusat dan diketahui tinggal sendiri, sehingga meminimalkan risiko penularan lebih lanjut. Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Andi Saguni, menyebutkan bahwa individu ini menunjukkan pemahaman dan kewaspadaan yang tinggi terhadap bahaya Hantavirus.

Setelah menerima notifikasi dari otoritas kesehatan Inggris, WNA tersebut segera melakukan isolasi mandiri dan bekerja dari rumah. Ia tiba kembali di Indonesia melalui penerbangan dari Qatar pada 30 April lalu, dan bekerja sebagai karyawan swasta di sebuah perusahaan asing di Indonesia.

Kemenkes menekankan bahwa penanganan terhadap kontak erat dilakukan sesuai rekomendasi dari World Health Organization (WHO), yang termasuk karantina dan pemantauan aktif setiap hari. Pemantauan dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Puskesmas setempat untuk memastikan kesehatan WNA tersebut tetap terjaga.

Lebih lanjut, Kemenkes melakukan penjemputan dan membawa WNA tersebut ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso untuk pemantauan lanjutan, meskipun hasil tes PCR menunjukkan negatif dari Hantavirus. “Kami berpikir ada baiknya pemeriksaan dilakukan di rumah sakit walaupun protokol WHO memungkinkan untuk isolasi mandiri,” tambah Andi.

Langkah cepat diambil sejak Kemenkes menerima notifikasi resmi dari Inggris pada 7 Mei. Pada hari berikutnya, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan koordinasi dengan WHO, RSPI Sulianti Saroso, dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Andi juga menambahkan bahwa pemeriksaan laboratorium akan dilakukan ulang setiap dua minggu untuk memastikan tidak ada perkembangan negatif. Puskesmas Senen juga dilibatkan dalam pemantauan rutin kondisi WNA tersebut.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, risiko penularan virus ke masyarakat lebih luas dapat diminimalkan, dan kondisi WNA tersebut tetap diawasi dengan ketat.