bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Surabaya – Fatma Saifullah Yusuf, seorang tokoh pendidikan dan sosial, mengajak siswa Sekolah Rakyat (SR) 21 Surabaya untuk bersama-sama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik bullying. Dalam sebuah acara yang dihadiri oleh ratusan siswa, Fatma menegaskan pentingnya kolaborasi antara siswa, guru, dan orang tua dalam menangani isu bullying yang kerap terjadi di lingkungan pendidikan.
Dalam sambutannya, Fatma menyatakan, “Bullying adalah masalah serius yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan perkembangan siswa. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dan aman bagi setiap anak.” Dia juga mengingatkan bahwa bullying bukan hanya bentuk fisik, tetapi juga dapat berupa intimidasi verbal dan sosial.
Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan interaktif yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai dampak negatif dari bullying. Siswa diajak untuk berbagi pengalaman dan mendiskusikan bagaimana cara mengatasi masalah tersebut. Fatma juga memfasilitasi permainan kelompok yang mengajarkan nilai-nilai empati dan kerja sama.
Selain itu, Fatma menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam mencegah bullying. “Guru harus dapat menjadi pengamat yang baik dan menciptakan atmosfer yang mendukung di kelas. Selain itu, orang tua juga perlu berkomunikasi dengan anak-anak mereka tentang pentingnya menghormati satu sama lain,” tambahnya.
Siswa SR 21 Surabaya terlihat antusias mendengarkan nasihat Fatma. Beberapa dari mereka mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai bullying yang pernah mereka alami atau saksikan. Dalam sesi tanya jawab, Fatma memberikan tips praktis tentang bagaimana cara menghadapi pelaku bullying dan cara membangun kepercayaan diri di antara teman-teman sebaya.
Dalam rangka mendukung gerakan ini, SR 21 Surabaya juga akan meluncurkan program peer counseling yang melibatkan siswa sebagai konselor sebaya. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan emosional kepada teman-teman mereka yang mungkin sedang menghadapi masalah bullying. Fatma berharap program ini dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Surabaya dan sekitarnya.
“Kami ingin setiap siswa merasa aman dan dihargai di sekolah. Dengan dukungan dari semua pihak, kita bisa menghilangkan bullying dari lingkungan sekolah,” ungkap Fatma di akhir acara. Dia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap isu bullying dan melaporkan jika mereka menyaksikan tindakan bullying di sekitar mereka.
Acara ini mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk orang tua dan guru. Mereka berharap langkah-langkah yang diambil dapat memberikan dampak positif dan menciptakan suasana belajar yang lebih baik bagi anak-anak. Melalui kolaborasi ini, Fatma dan siswa SR 21 Surabaya berkomitmen untuk menciptakan sekolah yang lebih baik dan bebas dari bullying.









