Scroll to read post

Museum Pos Indonesia Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional: Sejarah dan Wisata

Museum Pos Indonesia Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional: Sejarah dan Wisata
Museum Pos Indonesia Didorong Jadi Cagar Budaya Nasional: Sejarah dan Wisata
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 06 Juli 2026 | Museum Pos Indonesia di Bandung adalah salah satu destinasi wisata sejarah yang layak dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kota Kembang selain wisata alam dan kuliner. Museum ini menyimpan jejak perjalanan komunikasi di Tanah Air dan kini didorong menjadi cagar budaya tingkat nasional.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai Museum Pos Indonesia sangat pantas menjadi cagar budaya nasional. Bangunan yang telah berdiri lebih dari 100 tahun itu memiliki nilai sejarah yang besar bagi perjalanan bangsa. Menurut Fadli, bangunan tersebut menjadi bagian penting dari sejarah bangsa dan memiliki nilai sejarah yang besar.

Selain status cagar budaya, Fadli juga mendorong penataan museum agar ribuan koleksi bersejarah dapat ditampilkan secara lebih representatif. Mulai dari peralatan pos tempo dulu, koleksi prangko, hingga dokumen lintas zaman diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus sarana edukasi bagi generasi muda.

Saat mengunjungi Museum Pos Indonesia, wisatawan dapat menelusuri perkembangan layanan pos di Indonesia, mulai dari era Hindia Belanda, masa kemerdekaan, hingga zaman modern. Salah satu koleksi yang paling menarik adalah filateli atau koleksi prangko yang merekam berbagai peristiwa sejarah, kebudayaan, hingga tokoh-tokoh penting Indonesia.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga mengajak Pos Indonesia menghidupkan kembali budaya menulis surat dengan tangan, khususnya di kalangan pelajar. Menurutnya, aktivitas tersebut mampu membangun kreativitas dan kedekatan emosional yang tidak bisa sepenuhnya digantikan oleh komunikasi digital. Ia mencontohkan lomba menulis surat kepada pahlawan yang digelar Kementerian Kebudayaan tahun lalu berhasil menghimpun sekitar 34.000 surat dari pelajar di berbagai daerah hanya dalam waktu satu bulan.

Sementara itu, Direktur Komersial PT Pos Indonesia, Fahdel Akbar menegaskan pihaknya berkomitmen terus merawat dan mengembangkan Museum Pos Indonesia sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi wisata sejarah. Menurutnya, Pos Indonesia akan terus berkolaborasi menghadirkan berbagai program edukatif untuk menghidupkan kembali budaya literasi melalui aktivitas berkirim surat, filateli, serta pemanfaatan aset bersejarah sebagai media pembelajaran.

Museum Pos Indonesia menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Bandung yang patut dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi lain Kota Kembang selain wisata alam dan kuliner.