Bisnis.Laksamana.id – Atlet bulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, tengah bersiap menghadapi Kejuaraan Asia 2026 yang akan dihelat di Ningbo, Tiongkok, pada tanggal 7 hingga 12 April.
Persiapan dua tur Eropa, All England Open 2026 dan Swiss Open memberikan pengalaman berharga bagi juara dunia junior 2023 tersebut.
Di All England, Alwi sampai ke semifinal setelah dikalahkan oleh Kunlavut Vitidsarn (Thailand) dan menjadi juara kedua dalam Swiss Open 2026 setelah kalah dari Yushi Tanaka (Jepang).
“Setelah menghadapi pertandingan berat, besoknya saya belum bisa kembali normal karena merasa tampil maksimal di babak semifinal,” ujar Alwi kepada media, termasuk Bisnis.Laksamana.id.
Itu menjadi pengalaman berharga. Di masa depan masih banyak kompetisi yang menantikan, tetapi yang terpenting adalah saya akan tetap semangat menghadapi semua hal tersebut.
Pasti ada hal yang perlu diperbaiki, ini koreksi dari saya bersama pelatih dan tidak bisa saya sampaikan di sini.
Sebagian besar masalahnya terletak pada aspek non-teknis di final, yaitu kesulitan dalam pemulihan setelah pertandingan yang berlangsung cukup larut. Keesokan harinya, pertandingan dimulai terlalu pagi, sehingga sulit mengelolanya. Ini menjadi pelajaran penting bagi karier saya.
Sebelumnya Alwi memulai debutnya di turnamen bulu tangkis tertua dan mencapai hasil yang cukup mengesankan.
“Pengalaman bermain di All England terasa menakutkan bagi saya, tetapi juga menarik. Saya memiliki impian besar di sana. Pada kesempatan lain pada waktu yang berbeda, saya bisa mewujudkannya (menjadi juara),” ujar Alwi.
Keinginan saya di sana adalah menjadi kenyataan. Selanjutnya, dalam Kejuaraan Asia, targetnya adalah membawa pulang medali.
Pada babak pertama saya akan menghadapi Justin Hoh (Malaysia). Sering bertemu juga dari berbagai kesempatan sejak masa junior.
Pertandingan melawannya selalu berat dan tidak mudah. Permainan yang baru, kesempatan yang baru. Di masa depan masih ada hal yang perlu saya persiapkan meskipun rekor saya unggul (4-2).
Atlet bulu tangkis berusia 20 tahun mengakui bahwa mencapai empat besar dalam All England tidaklah mudah.
“Pengalaman yang tidak mudah mampu mencapai empat besar, memerlukan prestasi dan saya menghargai diri sendiri karena tidak mudah menghadapi rasa trauma ketika berhadapan dengan Chou (Tien Chen/Taiwan) yang beberapa kali kalah,” kata Alwi.
Minggu berikutnya tetap ingin mencoba, tetap ingin keluar dari zona nyaman, mampu mencapai babak final meskipun gagal di pertandingan terakhir, namun kegagalan tersebut membuat saya semakin tangguh dan lebih banyak mengevaluasi diri.
Demikian pula perjalanan menuju final tidak mudah. Penampilan saya mengecewakan setelah mengalahkan Li Shi Feng (Cina) karena pertandingan itu sangat saya nantikan dan saya mampu meraih poin-poin penting.
Penampilan yang tidak memuaskan karena pemulihan kurang. Sudah dibahas dengan tim, tetapi saya perlu merasakannya sendiri karena pengalaman perlu dirasakan.
Kami tidak akan pernah tahu. Ini pertama kalinya saya tampil dalam pertandingan malam. Keesokan harinya saya mengikuti pertandingan pagi sehingga pemulihan tubuh belum optimal.
HASIL PENGUNDIAN KEJUARAAN ASIA 2026 (7-12 April)
Tunggal Putra
Kualifikasi:
- Kelompok A: Moh Zaki Ubaidillah, Bharat Latheesh (UEA), Dmitriy Panarin (Kazakhstan)
Babak utama:
- Alwi Farhan melawan Justin Hoh (Malaysia)
- Jonatan Christie melawan Leong Jun Hao (Malaysia)
Tunggal Putri
Kualifikasi:
- Kelompok B: Thalita Ramadhani Wiryawan, Lo Sin Yan Happy (Hong Kong), Pui Chi Wa (Makau)
Babak utama:
- Putri Kusuma Wardani vs Pemenang Grup D
Ganda Putra
Babak utama:
- Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi melawan Pemenang Grup D
- Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani melawan Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai (Hong Kong)
- Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri melawan Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich (Thailand)
- Raymond Indra/Nikolaus Joaquin melawan Kang Min-hyuk/Ki Dong Ju (Korea Selatan)
Ganda Putri
- Febriana Dwipuji Kusuma/Neilysa Trias Puspitasi melawan Liu Sheng Shu/Tan Ning (Tiongkok)
- Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Chang Ching Hui/Yang Ching Tun (Taiwan)
- Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinara Nastine melawan Rui Hirokami/Sayaka Hobara (Jepang)
- Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti melawan Pemenang Grup C
Ganda Campuran
- Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti melawan Dechapol Puavaranukroh dan Supissara Paewsampran (Thailand)
- Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melawan Akira Koga/Natsu Saito (Jepang)
- Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil melawan Tang Chun Man/Tse Ying Suet (Hong Kong)
- Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Ye Hong Wei/Nicol Gonzales







