Scroll to read post

9 medali dan rekor pribadi jadi pencapaian tim Indonesia di Kejuaraan Para Balap Sepeda Asia 2026

adjoe
A-AA+A++

Bisnis.Laksamana.id -Tim atlet bersepeda Indonesia menggondol sembilan medali dalam ajang Asian Para Track Championships 2026.

Kejuaraan Atletik Para Asia 2026 akan diadakan di Kota Tagaytay, Filipina pada tanggal 25 hingga 31 Maret 2026.

Muhammad Fadli Imammuddin menjadi atlet paling mencolok dari lima perwakilan Indonesia dalam kompetisi regional Asia ini.

Fadli berhasil meraih 2 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu.

Dua medali emas diraih oleh atlet veteran ini dari nomor Individual Pursuit (IP) kategori C4 putra serta 1km Time Trial kategori C4 putra.

Di sisi lain, medali perak diraih dari nomor Scratch Race C4 putra dan medali perunggu diperoleh dari nomor Elimination C4 putra.

Indonesia juga meraih medali melalui figur Tifan Abid Alana.

Dua medali perak diraih oleh Abid dari nomor IP C2 putra dan 1km Time Trial C2 putra, sedangkan medali perunggu diperoleh dari cabang Scratch Race C2 putra dan Elimination C2 putra.

Sementara pembalap pasangan Nurfendi/Mufti Fadilah Salma meraih medali perunggu dalam nomor Sprint kategori B putra.

Kinerja para atlet dalam kompetisi ini membuat pelatih tim balap sepeda merasa senang.

Selain mendapatkan medali, atlet juga dapat mencatatkan prestasi terbaik mereka atau meningkatkan rekor waktu yang pernah mereka raih.

Salah satu atlet, Fadli, berhasil mencatatkan waktu 4 menit 48 detik dalam nomor IP C4 putra jarak 4000 meter.

Laporan tersebut lebih cepat tiga detik dibandingkan ketika tampil di Paralimpiade Paris 2024.

“Kami telah beradaptasi dengan cukup baik di velodrome yang baru ini,” ujar pelatih atlet balap sepeda Indonesia, Rizan Setyo Nugroho, dalam rilis pers NPC Indonesia, Rabu (1/4/2026).

Iklim di Kota Tagaytay juga mirip dengan Indonesia. Oleh karena itu, kita dapat memperoleh hasil yang maksimal.

“Semoga kita mampu lolos ke Paralympic Los Angeles 2028 berdasarkan poin-poin yang telah kita kumpulkan,” tambah Rizan.

Fadli Imammuddin merasa gembira atas perolehan empat medali yang diraihnya di Filipina.

Fadli merasa pelatihannya belum sepenuhnya optimal menghadapi kompetisi yang diikuti perwakilan dari 11 negara di kawasan Asia ini.

Fadli hanya mempersiapkan diri secara khusus saat tampil di ASEAN Para Games 2025 sebelumnya.

Keberhasilan meraih gelar juara dalam dua nomor penting kategori C4 menjadi dorongan khusus bagi atlet yang kini berusia 41 tahun.

“Alhamdulillah dalam balapan kali ini telah mencapai target pribadi, saya juga berhasil mencatatkan rekor terbaik pribadi,” kata Fadli.

Ini menjadi semangat bahwa di usia yang sekarang ini saya masih mampu berkembang dan menjadi lebih baik lagi di kelas kesayangan saya.

“Semoga nanti ketika mendekati Asian Para Games Nagoya saya bisa lebih baik lagi,” tambah mantan pembalap motor tersebut.

Setelah itu, atlet-atlet para balap sepeda Indonesia akan kembali ke Solo guna menjalani pemusatan latihan untuk kompetisi-kompetisi berikutnya.

Fadli dan rekan-rekannya masih memiliki waktu yang cukup lama untuk mengumpulkan poin agar dapat memenuhi syarat tampil di Paralimpiade Los Angeles.

Hanya pada tahun ini, perwakilan Indonesia masih akan mengikuti kompetisi penting di Italia dan Korea Selatan, kemudian Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, yang akan digelar pada bulan Oktober mendatang.

Pada bulan Mei mendatang kita akantry outdi Italia. Itu peristiwa Piala Dunia untuk kategoriroad. Selanjutnya kita akan mengikutieventAsia regional di Korea,” kata Rizan.