bisnis.laksamana.id – 30 Juni 2026 | Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa percepatan transformasi digital pemerintahan dapat menghemat anggaran negara hingga lebih dari Rp 1.500 triliun. Program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasio pajak (tax ratio) Indonesia secara bertahap.
Luhut menjelaskan bahwa sistem pemerintahan digital yang dikembangkan tidak hanya berbasis digitalisasi, tetapi juga didukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI). Sistem tersebut telah berhasil mengintegrasikan data dari 8 kementerian dan lembaga dalam satu sistem dan mulai diproses menggunakan AI.
Transformasi digital pemerintahan diharapkan dapat membuat pemerintahan lebih efisien dan efektif dalam mengelola keuangan negara. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk mempercepat implementasi program tersebut agar cakupannya semakin luas sebelum peluncuran nasional. Luhut berharap bahwa program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan pemerintah dalam mengelola keuangan negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan demikian, transformasi digital pemerintahan diharapkan dapat membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas pemerintahan dalam mengelola keuangan negara. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan negara.









