bisnis.laksamana.id – 27 Juni 2026 | Raja Charles III, raja Inggris modern pertama, telah mengungkap tagihan pajaknya dalam dua tahun terakhir. Menurut laporan keuangan, Raja Charles membayar pajak sebesar 12,9 juta poundsterling (sekitar Rp 303,95 miliar) pada 2024-2025. Ini menempatkan Raja Charles di antara 100 pembayar pajak terbesar di Inggris.
Sementara itu, Pangeran William, putra Raja Charles, juga mengungkapkan pembayaran pajaknya, sebesar 7,76 juta poundsterling (sekitar Rp 183,46 miliar) pada periode yang sama. Pangeran William menerima pendapatan dari Duchy of Cornwall, tanah warisan senilai miliaran poundsterling seluas 130 ribu hektar yang mencakup lapangan kriket Oval di London.
Raja Charles dan Ratu Camilla juga akan terus tinggal di Clarence House, bukan pindah ke Istana Buckingham. Keputusan ini diharapkan akan memungkinkan akses publik yang lebih besar ke Istana Buckingham. Hibah Kerajaan untuk 2024-2025 sebesar 86,3 juta poundsterling (sekitar Rp 2,04 triliun), dengan 51,8 juta poundsterling (sekitar Rp 1,22 triliun) dialokasikan untuk pengeluaran inti dan tambahan 34,5 juta (sekitar Rp 815,68 miliar) poundsterling untuk mendanai renovasi Istana Buckingham.
Pendiri Tax Policy Associates, Dan Neidle, mengkritik transparansi pajak Raja Charles, mengatakan bahwa pengungkapan pajak Raja Charles sangat tidak transparan karena tidak memberikan rincian detail bagaimana pajak itu dihitung.
Sejarawan Anna Whitelock mengatakan tagihan pajak Raja Charles menempatkannya di garis depan sebagai orang yang sangat kaya. Sementara itu, mantan Menteri Dalam Negeri dan pengkritik pendanaan kerajaan, Norman Baker, mengatakan pembayaran pajak Raja Charles dan Pangeran William menunjukkan sumber pendapatan mereka sangat besar dan mengapa harus dijelaskan.
Keputusan Raja Charles dan Ratu Camilla untuk terus tinggal di Clarence House diambil untuk memungkinkan akses publik yang lebih besar ke Istana Buckingham. Keputusan itu diharapkan juga akan memungkinkan bangunan bersejarah itu menghasilkan lebih banyak pendapatan.
Dalam 10 tahun terakhir, Hibah Kerajaan berada pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan jumlah intinya untuk menutupi biaya renovasi Istana Buckingham sebesar 370 juta poundsterling, yang akan rampung pada akhir 2027. Setelah renovasi selesai, angka tahunan akan turun menjadi dana inti sebesar 99,9 juta poundsterling — jumlah yang akan tetap tidak berubah dalam 5 tahun ke depan ketika ditinjau kembali.









