bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Dalam beberapa pekan terakhir, nilai tukar Dollar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan yang signifikan, menyentuh angka Rp17.600. Situasi ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai dampaknya terhadap subsidi bahan bakar minyak (BBM). Namun, Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala Ekonom Bank Mandiri, meminta agar masyarakat tidak perlu khawatir. Menurutnya, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis untuk memastikan stabilitas harga BBM di tengah fluktuasi nilai tukar.
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun terdapat tekanan dari penguatan Dollar, pemerintah tidak akan mengubah kebijakan subsidi BBM. “Kami akan menjaga agar harga BBM subsidi tetap terjangkau bagi masyarakat. Ini adalah komitmen pemerintah untuk melindungi daya beli masyarakat di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu,” ujarnya.
Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk menaikkan harga BBM subsidi meskipun nilai rupiah melemah. Ia menyatakan, “Harga LPG subsidi juga tidak akan mengalami perubahan meskipun ada fluktuasi pada nilai tukar. Kami percaya bahwa ini adalah langkah tepat untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional.”
Dalam pernyataannya, Bahlil menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan ekonomi global dan implikasinya terhadap perekonomian domestik. “Kami berkomitmen untuk melakukan intervensi yang diperlukan agar masyarakat tidak terbebani dengan kenaikan harga BBM,” tegasnya.
Selain itu, untuk mengatasi dampak dari penguatan Dollar, pemerintah juga mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan ketahanan ekonomi, termasuk memperkuat sektor-sektor yang berpotensi memberikan kontribusi bagi pendapatan nasional. Purbaya menyebutkan bahwa pemerintah tengah fokus pada pengembangan sektor industri dan ekspor untuk mengurangi ketergantungan pada impor, yang merupakan salah satu penyebab fluktuasi nilai tukar.
Dalam konteks ini, Purbaya juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita-berita negatif yang menyebar di media sosial terkait situasi ekonomi saat ini. Ia menekankan pentingnya informasi yang akurat dan tidak panik dalam menghadapi setiap perubahan yang terjadi.
“Mari kita hadapi situasi ini dengan tenang. Pemerintah bekerja keras untuk memastikan bahwa semua kebutuhan dasar masyarakat, termasuk BBM, tetap terjangkau,” pungkasnya. Dengan langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan tidak khawatir akan perubahan yang terjadi di pasar global.







