Scroll to read post

Bahlil Lahadalia: Menteri ESDM yang Membuka Peluang Investasi Migas

Bahlil Lahadalia: Menteri ESDM yang Membuka Peluang Investasi Migas
Bahlil Lahadalia: Menteri ESDM yang Membuka Peluang Investasi Migas
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 23 Mei 2026 | Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia telah membuka peluang investasi migas yang luas kepada pelaku usaha domestik dan asing. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas nasional, serta mencapai target produksi 900 ribu hingga 1 juta barel per hari pada tahun 2029-2030.

Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah mengidentifikasi 118 wilayah kerja (WK) migas potensial, termasuk 43 WK yang masih dalam tahap studi bersama, 50 WK dalam tahap penawaran studi dan akuisisi data baru, serta 25 WK yang telah ditandatangani kontraknya, termasuk delapan WK hasil lelang 2025.

Total potensi sumber daya dari seluruh WK tersebut diperkirakan mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 TCF gas. Delapan WK yang kontraknya ditandatangani terdiri atas WK Gagah di Sumatera Selatan, WK Bintuni di Papua Barat, WK Karunia di Sumatera Utara dan Riau, WK Drawa di Papua Barat dan Papua Barat Daya, WK Jalu serta Southwest Andaman di Laut Andaman, WK Barong di Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, serta WK Nawasena di Jawa Timur.

Bahlil juga menekankan pentingnya pelibatan pelaku usaha daerah dalam proyek hulu migas di wilayah masing-masing, dengan catatan tetap mengedepankan profesionalisme dan kompetensi teknis. Ia juga menginstruksikan jajaran Kementerian ESDM dan SKK Migas untuk mempermudah proses perizinan bagi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mengingat tingginya risiko investasi di sektor hulu.

Pemerintah juga membuka peluang investasi lebih luas bagi pelaku usaha yang memiliki teknologi, modal, dan keseriusan mengembangkan sektor hulu migas nasional. Investasi baru dinilai penting untuk meningkatkan cadangan dan produksi migas di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional serta dinamika geopolitik global.

Bahlil menyatakan bahwa pemerintah akan menindak tegas investor yang tidak patuh pada regulasi atau memperlambat pelaksanaan proyek di lapangan. Pemerintah juga berencana untuk membentuk satu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) baru yang akan menjadi lokasi pembangunan gudang penyimpanan dengan skala besar untuk meningkatkan ketahanan energi nasional.

Pemerintah juga akan membuka lelang investasi migas secara transparan di IPA Convex 2026 untuk meningkatkan cadangan domestik nasional. Dengan demikian, Bahlil berharap dapat meningkatkan produksi migas nasional dan mencapai target produksi yang telah ditetapkan.