Scroll to read post

Piala Dunia 2026: Tiket Mahal dan Visa Membuat Okupansi Hotel Merosot

Pauel Scott
Piala Dunia 2026: Tiket Mahal dan Visa Membuat Okupansi Hotel Merosot
Piala Dunia 2026: Tiket Mahal dan Visa Membuat Okupansi Hotel Merosot
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 13 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 dijadwalkan untuk digelar di Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko. Namun, kehadiran Piala Dunia 2026 belum menunjukkan dampak yang signifikan pada industri perhotelan di AS. Menurut laporan dari Reuters, harga tiket pertandingan Piala Dunia 2026 yang mahal telah membuat pemesanan tiket penerbangan melemah. Selain itu, pemesanan tiket pesawat dari Eropa menuju kota tuan rumah Piala Dunia 2026 pada Juni dan Juli turun rata-rata 3,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, menyatakan bahwa mereka telah memangkas proyeksi pendapatan kamar hotel yang terkait dengan Piala Dunia 2026 sebesar 60 persen menjadi sekitar USD 60 juta. Dandapani juga menyebut bahwa mereka telah memangkas tarif kamar hotel selama turnamen menjadi USD 415 per malam.

Para suporter kaya yang biasanya menjadi penopang kinerja perusahaan perjalanan di AS memilih menunggu kepastian jadwal pertandingan atau memastikan tim mereka lolos lebih jauh sebelum memutuskan untuk bepergian. Selama bertahun-tahun, Piala Dunia 2026 diharapkan akan menjadi berkah besar bagi industri perjalanan AS. Namun, biaya yang tinggi, kendala visa, serta rumitnya menghadiri pertandingan di 16 kota tuan rumah yang tersebar di tiga negara justru menjadi penghalang.

Hotel-hotel di New York masih berharap akan terjadi lonjakan permintaan pada menit-menit terakhir setelah fase grup berakhir. Namun, situasi ini telah membuat pihak hotel menjadi tidak yakin. Dandapani menyatakan bahwa mereka telah memangkas proyeksi pendapatan kamar hotel yang terkait dengan Piala Dunia 2026 sebesar 60 persen menjadi sekitar USD 60 juta.

Banyak suporter yang memilih menonton Piala Dunia 2026 dengan cara yang lebih murah, seperti menonton pertandingan di televisi atau menonton di tempat lain yang lebih murah. Hal ini telah membuat pihak hotel menjadi tidak yakin dan telah memangkas proyeksi pendapatan kamar hotel yang terkait dengan Piala Dunia 2026.

Sebagai akibatnya, okupansi hotel di New York masih belum mencapai target yang diharapkan. Pihak hotel masih berharap akan terjadi lonjakan permintaan pada menit-menit terakhir setelah fase grup berakhir. Namun, situasi ini telah membuat pihak hotel menjadi tidak yakin.