bisnis.laksamana.id – 10 Juni 2026 | Pasar modal domestik terus menunjukkan tren penguatan, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat sejak sesi pembukaan hingga penutupan perdagangan Rabu. Berdasarkan data dari Stockbit, IHSG berhasil ditutup di zona hijau, dengan level 5.902,38 poin. Ini berarti IHSG naik 155,73 poin atau setara 2,71 persen dari hari sebelumnya.
Sejalan dengan itu, indeks saham unggulan LQ45 juga melesat 3,55 persen ke posisi 589,48. Total nilai transaksi hari ini mencapai Rp 30,90 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 46,01 miliar lembar saham. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 3,09 juta kali.
Beberapa perusahaan yang mengalami kenaikan harga saham hari ini antara lain BABY, KBLV, FOLK, ASLI, dan LCKM. Sementara itu, perusahaan yang mengalami penurunan harga saham antara lain GRIA, CTBN, NFCX, STAR, dan SMMA.
Dari sisi nilai tukar rupiah, nilai tukar rupiah ditutup perkasa di level Rp 17.944 per dolar AS pada sore ini, menguat 114 poin (0,63 persen).
Sementara itu, bursa saham di kawasan Asia terpantau bergerak variatif cenderung melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,91 persen ke 64.179,27, Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 0,65 persen ke 24.407,96, Indeks SSE Composite di China turun 0.42 persen ke 3.993,23, dan Indeks Straits Times di Singapura turun 1,23 persen ke 4.961,79.
Penurunan indeks saham di kawasan Asia dipicu oleh kekhawatiran investor tentang kondisi ekonomi global yang semakin meningkat. Namun, pasar modal domestik tetap menunjukkan tren penguatan, dengan IHSG naik 2,71 persen hari ini.
Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa IHSG terus menunjukkan tren penguatan, dengan level 5.902,38 poin. Ini berarti investor masih memiliki keyakinan bahwa pasar modal domestik akan terus meningkat.









