Scroll to read post

PNS Angkatan Pertama IKN Dilantik: Membangun Identitas Baru

PNS Angkatan Pertama IKN Dilantik: Membangun Identitas Baru
PNS Angkatan Pertama IKN Dilantik: Membangun Identitas Baru
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 10 Juni 2026 | Pelantikan Pegawai Negeri Sipil (PNS) angkatan pertama Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi tonggak penting dalam perjalanan Otorita IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, melantik 555 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi PNS di Taman Kusuma Bangsa, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, Senin (8/6/).

Basuki mengatakan, pelantikan tersebut menjadi awal dari perjalanan panjang bagi aparatur sipil negara yang akan mendukung pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan di Nusantara. Sebanyak 555 CPNS yang dilantik berasal dari berbagai latar belakang daerah dengan rentang usia 20 hingga 35 tahun.

Dalam kesempatan tersebut, Basuki melantik 494 pegawai dalam pengangkatan pertama ke Jabatan Fungsional, serta melantik 6 pegawai dalam rangka kenaikan jenjang dan perpindahan jabatan fungsional. Basuki menegaskan, para pegawai yang dilantik tidak boleh memandang diri hanya sebagai pegawai yang bekerja di Otorita IKN, melainkan sebagai bagian dari identitas dan semangat yang dibangun lembaga tersebut.

Basuki menekankan, tantangan membangun IKN tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga pembentukan ekosistem pemerintahan dan kehidupan masyarakat di ibu kota baru. Oleh karena itu, ia meminta para ASN baru menginternalisasi empat karakter utama sebagai insan Otorita IKN.

Karakter pertama adalah kuat karena memiliki kompetensi. Basuki menilai kemampuan teknis dan profesional menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan IKN pada masa mendatang. Karakter kedua adalah keberanian yang lahir dari integritas. Di hadapan para pegawai yang baru diambil sumpahnya, Basuki mengingatkan bahwa sumpah jabatan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen moral yang harus dijaga sepanjang masa pengabdian.

Karakter ketiga adalah loyalitas profesional. Menurut Basuki, loyalitas ASN harus ditujukan kepada profesi, tugas, dan amanah yang diemban, bukan kepada individu tertentu. Adapun karakter keempat adalah kemampuan untuk berinovasi. Basuki menilai pembangunan IKN membutuhkan aparatur yang mampu berpikir kreatif, berimprovisasi, dan menghasilkan terobosan dalam menghadapi persoalan yang terus berkembang.