bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkap kronologi kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo tabrak Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada April lalu.
Rapat kerja dan rapat dengar pendapat bersama Menhub, Korlantas Polri, hingga Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk membahas kecelakaan tersebut digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/5).
Menhub mengungkap bahwa KRL yang ditabrak KA Argo Bromo tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.34, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi.
Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35, terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta Api Sawunggalih berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikkan penumpang.
KA Sawunggalih berangkat lebih dulu daripada KRL tersebut. Sawunggalih diberangkatkan 20.37 dari Stasiun Bekasi dan melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39.
Setelah KA Sawunggalih berhasil melintas Stasiun Bekasi Timur, sebuah Taksi Green SM mogok di perlintasan sebidang setelah Stasiun Bekasi arah Cikarang.
Sebuah KRL dari arah Cikarang menabrak taksi yang mogok tersebut. KA 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 melintas dan kemudian terjadi temperan dengan taksi tersebut.
Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut.
KRL yang ditabrak KA Argo Bromo sampai di Stasiun Bekasi Timur. Tak lama, mereka sempat mau melanjutkan perjalanan, tapi tertahan karena adanya kejadian KRL tabrak Green SM.
Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut.
KA Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi dengan kecepatan 108 KM/jam. Selanjutnya, Kereta Api Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam.
Kejadian nahas itu terjadi pada jam 20.52. Sinyal di Stasiun Bekasi Hijau.
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono mengungkap bahwa KA Argo Bromo tak berhenti saat itu karena sinyal masih hijau.
Hijau di Stasiun Bekasinya. Maka dia bergerak.
Menhub mengungkap bahwa KRL menabrak taksi yang mogok tersebut dan menyebabkan kerumunan di depan.
Kejadian nahas itu terjadi pada jam 20.52.
Ketika dilihat, kecelakaan KRL vs Green SM terjadi pada 20.48 WIB. Sementara, KA Argo Bromo tidak berhenti di Stasiun Bekasi saat melintas pada pukul 20.53 WIB.
Kronologi kecelakaan tersebut telah diungkap oleh Menhub.









