bisnis.laksamana.id – 23 Mei 2026 | Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah mengekspresikan kemarahan atas insiden Flotilla yang menimpa warga Korea Selatan di Israel. Berdasarkan informasi yang diterima, Lee telah memerintahkan kajian penangkapan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika dia pernah berkunjung ke Korea Selatan.
Insiden Flotilla terjadi pada bulan lalu, di mana warga Korea Selatan ditahan oleh Israel. Incident ini telah menciptakan ketegangan antara kedua negara, dengan Korea Selatan menuntut Israel untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas tindakan mereka.
Lee Jae Myung telah menekankan bahwa insiden Flotilla bukan hanya merupakan masalah internal Israel, tetapi juga merupakan isu internasional yang memerlukan perhatian dari dunia luar. Dia juga telah menekankan bahwa Korea Selatan tidak akan tinggal diam dan akan terus memperjuangkan hak-hak warga Korea Selatan yang terkena dampak dari insiden tersebut.
Benjamin Netanyahu telah menolak untuk menghadapi pertanyaan dari media tentang insiden Flotilla, tetapi pemerintah Israel telah mengatakan bahwa mereka akan melanjutkan kajian dan penelitian tentang insiden tersebut.
Korea Selatan telah menuntut Israel untuk memberikan penjelasan dan pertanggungjawaban atas insiden Flotilla, termasuk penangkapan warga Korea Selatan dan kekerasan yang terjadi selama insiden tersebut.
Lee Jae Myung telah menekankan bahwa Korea Selatan tidak akan meninggalkan insiden ini dan akan terus memperjuangkan hak-hak warga Korea Selatan yang terkena dampak dari insiden tersebut.








