Scroll to read post

KA Argo Bromo Melaju 108 Km/Jam Saat Tabrak KRL di Bekasi, Lebih Cepat 3 Menit

KA Argo Bromo Melaju 108 Km/Jam Saat Tabrak KRL di Bekasi, Lebih Cepat 3 Menit
KA Argo Bromo Melaju 108 Km/Jam Saat Tabrak KRL di Bekasi, Lebih Cepat 3 Menit
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi terus memaparkan kronologi kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur. Dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5), Dudy mengungkapkan bahwa KA Argo Bromo melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari jadwal dengan kecepatan 108 km/jam.

Dudy juga menjelaskan adanya taksi mogok di tengah rel yang kemudian menjadi salah satu faktor dalam rangkaian peristiwa di lokasi tersebut. Sebuah taksi mogok di tengah rel, kemudian terjadi temperan dengan kereta 5181B Cikarang-Jakarta pukul 20.48 yang melintas.

Kondisi KRL Commuter Line sempat mengalami keterlambatan dan berhenti akibat situasi di lintasan. Dudy mengatakan bahwa kecelakaan ini disebabkan oleh kombinasi dari beberapa faktor, termasuk kecepatan tinggi KA Argo Bromo dan kondisi lintasan yang tidak memungkinkan kereta berhenti dengan aman.

Menhub Dudy Purwagandhi meminta kepada masyarakat untuk waspada dan lebih berhati-hati saat menggunakan transportasi umum, terutama di daerah-daerah yang memiliki kondisi lintasan yang tidak memungkinkan kereta berhenti dengan aman.

Kecelakaan ini menimbulkan dampak yang signifikan terhadap masyarakat, terutama mereka yang menggunakan transportasi umum untuk beraktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang lebih tegas untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi umum di Indonesia.

Menhub Dudy Purwagandhi dan Dirut KAI Bobby Rasyidin telah meninjau lokasi kecelakaan dan telah melakukan peninjauan kesiapan jalur Cikarang Line KRL di Stasiun Bekasi Timur. Mereka juga telah meminta kepada pihak-pihak terkait untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi umum di daerah-daerah yang memiliki kondisi lintasan yang tidak memungkinkan kereta berhenti dengan aman.