Scroll to read post

Anak Sungai di Palembang: Dari 726 menjadi 114, Risiko Lingkungan Terancam

Darya abra
Anak Sungai di Palembang: Dari 726 menjadi 114, Risiko Lingkungan Terancam
Anak Sungai di Palembang: Dari 726 menjadi 114, Risiko Lingkungan Terancam
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Palembang, ibukota Provinsi Sumatera Selatan, dikenal sebagai kota yang memiliki potensi besar dalam hal pariwisata dan ekonomi. Namun, tidak semua aspek kehidupan di kota ini berjalan dengan lancar. Salah satu masalah yang dihadapi oleh penduduk Palembang adalah penurunan jumlah anak sungai di kota ini.

Herman Deru, seorang aktivis lingkungan, menilai keberadaan anak sungai sangat penting untuk menjaga ekosistem alam. Ia menyatakan bahwa anak sungai berperan sebagai penyimpan air, menjaga kualitas air, dan menjadi habitat bagi berbagai jenis hewan.

Keberadaan anak sungai juga dapat membantu mengurangi risiko banjir dan tanah longsor. Namun, dengan penurunan jumlah anak sungai, risiko lingkungan di Palembang semakin meningkat.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Mereka dapat melakukan reklamasi yang lebih berkelanjutan dan mengembangkan proyek-proyek yang mendukung keselamatan lingkungan.

Hal ini tidak hanya dapat menjaga ekosistem alam, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas hidup penduduk Palembang. Mereka dapat menikmati lingkungan yang lebih seimbang dan berkelanjutan.

Menjadi sadar akan pentingnya anak sungai dapat membantu mengurangi dampak negatif dari proses reklamasi dan pembangunan. Masyarakat harus terus meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam menjaga lingkungan.

Dengan demikian, dapat diharapkan bahwa jumlah anak sungai di Palembang akan kembali meningkat dan mengurangi risiko lingkungan yang terancam.