bisnis.laksamana.id – 22 Mei 2026 | Rekrut kilat pengemudi taksi telah menjadi isu sensitif di kalangan masyarakat Indonesia. Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) telah menemukan bahwa proses pengadaan pengemudi taksi seringkali dilakukan secara terburu-buru, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan.
Jusri juga menyoroti pentingnya pendidikan safety induction sebelum pengemudi mulai bertugas langsung di jalan raya. Ia menyebut banyak perusahaan masih menganggap pengenalan kendaraan hanya formalitas administratif.
Selain faktor perusahaan, Jusri menganggap tekanan target kerja hingga distraksi mental juga dapat memicu pengemudi mengambil keputusan berbahaya di jalan. Apalagi bila pengawasan jam kerja dan evaluasi rutin tidak berjalan optimal.
Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno menambahkan bahwa sistem keselamatan operator transportasi sudah diatur melalui Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK-PAU). Namun, implementasi aturan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi banyak operator transportasi.
Untuk mengatasi isu ini, pemerintah dan perusahaan angkutan umum perlu bekerja sama untuk meningkatkan standar ketat dalam menilai kompetensi, psikologi, hingga kesiapan mental pengemudi. Selain itu, perlu juga dilakukan pendidikan safety induction yang efektif dan pengawasan yang lebih ketat terhadap pengemudi.
Sehingga, transportasi umum di Indonesia menjadi lebih aman dan nyaman untuk digunakan.
Terakhir, perlu diingat bahwa keselamatan transportasi umum adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.








