Scroll to read post

Kejuaraan Asia 2026: Jafar/Felisha Tingkatkan Kekompakan Meski Cedera

adjoe
A-AA+A++

Bisnis.Laksamana.id – Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, berkomitmen untuk memperkuat kerja sama meskipun menghadapi cedera menjelang Kejuaraan Asia 2026.

Pasangan mixedterbaik Indonesia masih belum mencapai penampilan terbaiknya selama tur Eropa.

Jafar Hidayatullah dan Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu tidak mampu berbicara banyak dalam penampilan perdana mereka di All England Open 2026.

Jafar/Felisha tersandung di babak kedua atau 16 besar saat menghadapi rekan sesama warga Indonesia, Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah.

Begitu pula di Swiss Open yang tingkat turnamennya lebih rendah.

Jafar dan Felisha tumbang di babak perempat final melawan Cheng Xing/Zhang Chi (Tiongkok) yang akhirnya menjadi pemenang.

Dua hasil yang kurang memuaskan menjadi pelajaran berharga bagi Jafar/Felisha menjelang tampil di Kejuaraan Asia 2026.

“Penilaian terhadap tur Eropa cukup banyak, dari berbagai sudut pandang memang masih perlu ditingkatkan karena hasil yang dicapai belum optimal,” ujar Felisha dikutip Bisnis.Laksamana.id -dari Antara News.

“Itu yang perlu diperbaiki agar dapat kembali ke kondisi terbaik, bahkan jika mungkin lebih baik lagi,” katanya menambahkan.

Felisha khususnya, merasa belum mampu kembali ke kondisi terbaiknya.

Atlet bulu tangkis berusia 20 tahun menderita cedera siku saat gelaran Indonesia Masters di bulan Januari.

Meski telah menjalani proses pemulihan, Felisha masih merasa khawatir cedera yang dialaminya bisa kembali muncul.

“Di babak semifinal Indonesia Masters, kondisi tangan saya sangat sakit, bahkan mengangkat tangan saja terasa sulit,” kata Felisha.

Tetapi karena tanggung jawab, saya masih berusaha bermain sebaik mungkin.

Sesampainya kembali berlatih memang sempat muncul rasa takut saat menyerang karena masih terasa sakit di area yang terluka, sehingga tekniknya belum optimal.

“Tetapi sekarang jauh lebih baik dan dapat diatur,” katanya.

Setelah menjalani latihan yang lebih panjang sejak tur Eropa, Felisha mulai merasa percaya diri menghadapi Kejuaraan Asia 2026.

“Persiapan saat ini lebih unggul dibandingkan masa tur Eropa,” kata Felisha.

“Masih tersisa beberapa hari latihan, semoga kelemahan yang ada dapat diperbaiki,” tambahnya.

Jafar/Felisha berharap setidaknya mampu mencapai prestasi yang sama dengan tahun lalu dalam Kejuaraan Asia 2026.

Minimal target tentu tidak ingin mengalami penurunan dari hasil sebelumnya.

“Tetapi dengan melihat penampilan kemarin, kami ingin fokus secara bertahap terlebih dahulu agar dapat tampil lebih baik,” ujar Felisha.

Tahun lalu, Jafar/Felisha tersingkir di babak semifinal setelah kalah dari pasangan Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, dengan skor 21-15, 21-23, 11-21.

Sebagai pasangan ganda campuran terbaik Indonesia, performa buruk di Eropa turut memberi tekanan kepada Jafar Hidayatullah.

Namun, ia berkomitmen untuk meningkatkan penampilannya dalam Kejuaraan Asia.

Kohesi dianggap sebagai alat penting untuk memperkuat permainan pasangan peringkat 10 BWF tersebut.

“Tekanan pasti muncul, terlebih jika hasil sebelumnya belum memuaskan. Namun kami berfokus pada perbaikan kohesi dan komunikasi di lapangan,” kata Jafar.

“Awal pertandingan pasti tidak mudah. Oleh karena itu, kami hanya fokus pada pertandingan berikutnya saja,” tambahnya.

Di babak awal Kejuaraan Asia, Jafar/Felisha langsung berhadapan dengan juara All England Open, Ye Hong Wei/Nicole Gonzales Chan.

Oleh karena itu, mereka perlu memperkuat kohesi agar tidak meninggalkan pekerjaan lebih cepat.

“Kita perlu lebih solid dan saling melindungi saat berada di lapangan,” tutupnya.

Pertandingan Asia dijadwalkan berlangsung pada tanggal 7 hingga 12 April 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, Tiongkok.