bisnis.laksamana.id – 21 Mei 2026 | Pasar saham Indonesia terus merosot pada hari Kamis (21/5), dengan IHSG ditutup anjlok 3,54% ke level 6.094,94. Instrumen saham berguguran massal, dengan 663 saham mengalami penurunan harga.
Berdasarkan data dari Stockbit, total nilai transaksi bursa hari ini mencapai Rp 18,19 triliun, dengan volume saham yang diperdagangkan sebanyak 35,47 miliar lembar. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 2,14 juta kali.
Ada 88 saham yang mencatat peningkatan harga, sedangkan 663 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, 69 saham stagnan.
Beberapa saham yang mencatat peningkatan harga antara lain SOTS (Satria Mega Kencana) yang naik 25%, BOBA (Formosa Ingredient Factory) yang naik 24,41%, ENAK (Champ Resto Indonesia) yang naik 23,85%, APLI (Asiaplast Industries) yang naik 15,25%, dan KOBX (Kobexindo Tractors) yang naik 12,82%.
Sementara itu, beberapa saham yang mengalami penurunan harga antara lain BUKK (Bukaka Teknik Utama) yang turun 15%, IRSX (Folago Global Nusantara) yang turun 15%, ENRG (Energi Mega Persada) yang turun 14,98%, POLU (Golden Flower) yang turun 14,98%, dan RAJA (Rukun Raharja) yang turun 14,97%.
Gedung BCA menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi oleh investor pada hari ini. Beberapa perusahaan yang menjadi target investor antara lain BBCA (Bank Central Asia), BUMI (Bumi Resources), BRPT (Barito Pacific), BMRI (Bank Mandiri (Persero)), dan BBRI (Bank Rakyat Indonesia (Persero)).
Kurs rupiah juga mengalami penurunan terhadap dolar AS, dengan nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level Rp 17.667, kehilangan 13,50 poin (0,08%).
Pergerakan bursa di kawasan Asia terpantau bervariasi. Indeks Nikkei 225 di Jepang naik 3,11% ke 61.684,14, sementara indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,02% ke 25.386,52.
Penurunan IHSG dan saham berguguran massal mengindikasikan bahwa pasar saham Indonesia masih dalam kondisi lemah. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dalam melakukan investasi pada hari ini.
Pasar saham Indonesia akan terus dipantau untuk mengetahui pergerakannya. Investor harus tetap waspada dan mengambil keputusan yang tepat untuk menghindari kerugian.
Semoga ini dapat membantu investor dalam mengambil keputusan yang tepat.








