Scroll to read post

Era AGI Dimulai, Namun Bursa RI Masih Bergantung pada Sektor Tradisional

Radi Geary
Era AGI Dimulai, Namun Bursa RI Masih Bergantung pada Sektor Tradisional
Era AGI Dimulai, Namun Bursa RI Masih Bergantung pada Sektor Tradisional
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Dalam sebuah wawancara eksklusif, CEO Danantara, mengungkapkan bahwa dunia telah memasuki era Artificial General Intelligence (AGI). Menurutnya, perkembangan teknologi ini sangat pesat dan sudah mulai mengubah berbagai sektor industri di seluruh dunia. Namun, sayangnya, bursa saham Indonesia masih sangat bergantung pada sektor-sektor tradisional seperti perbankan dan pertambangan.

Di tengah kemajuan teknologi global, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam diversifikasi sektor pendapatan di bursa. Bos Danantara menyatakan bahwa meskipun ada kemajuan dalam bidang teknologi, bursa Indonesia belum sepenuhnya memanfaatkan potensi teknologi baru.

Dalam pernyataannya, ia menyebutkan, “Kita sudah berada di era AGI, di mana teknologi telah berkembang pesat, tetapi pasar modal kita masih terfokus pada sektor-sektor yang sudah ada, seperti bank dan tambang. Hal ini perlu diubah agar kita tidak tertinggal dari negara lain yang lebih maju dalam hal teknologi.”

Perkembangan AGI memberikan peluang untuk menciptakan inovasi baru dan meningkatkan efisiensi operasional di berbagai sektor. Namun, untuk dapat bersaing di tingkat global, Indonesia perlu berinvestasi lebih banyak dalam sektor teknologi dan inovasi. Dalam konteks ini, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk bekerja sama dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan teknologi.

Dalam beberapa tahun terakhir, banyak negara telah berinvestasi besar-besaran dalam teknologi AGI, dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas dan menciptakan lapangan kerja baru. Sebaliknya, Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan potensi terbesar di Asia Tenggara, perlu memanfaatkan peluang ini agar tidak ketinggalan.

CEO Danantara juga menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan dalam bidang teknologi. “Kita harus mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa kita dapat bersaing di era AGI,” ujarnya.

Dalam konteks pasar modal, masih banyak perusahaan yang bergantung pada model bisnis tradisional dan belum beralih ke teknologi yang lebih modern. Hal ini bisa menjadi penghambat bagi pertumbuhan pasar. Menurutnya, investasi di sektor teknologi dan startup perlu didorong agar bisa mengubah wajah bursa Indonesia menjadi lebih dinamis dan inovatif.

Secara keseluruhan, meskipun Indonesia menghadapi tantangan dalam memanfaatkan era AGI, ada banyak peluang untuk meningkatkan sektor-sektor baru yang bisa berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi. Dengan langkah yang tepat, Indonesia bisa menjadi salah satu pemimpin dalam teknologi di kawasan Asia Tenggara.