bisnis.laksamana.id – 10 Mei 2026 | Israel baru saja membebaskan dan mendeportasi dua aktivis yang terlibat dalam Global Sumud Flotilla, yang berusaha memberikan bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza. Aktivis tersebut, Saif Abu Keshek dari Spanyol dan Thiago Avila dari Brasil, ditangkap saat armada mereka dicegat oleh militer Israel di perairan internasional pada 30 April 2026.
Global Sumud Flotilla adalah misi bantuan yang berangkat dari Barcelona pada 12 April dengan tujuan menembus blokade Israel yang telah berlangsung sejak 2007. Armada ini terdiri dari 38 kapal dan hampir 300 aktivis dari berbagai negara. Mereka ditahan di dekat Pulau Kreta dan kemudian dibawa ke Israel, di mana mereka menghadapi tuduhan terkait aktivitas yang dianggap ilegal oleh otoritas Israel.
Kementerian Luar Negeri Israel mengungkapkan bahwa Abu Keshek dicurigai memiliki keterkaitan dengan organisasi teroris, sedangkan Avila dituduh melakukan kegiatan ilegal. Namun, kedua aktivis tersebut membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa mereka berada di atas kapal untuk misi kemanusiaan demi membantu warga sipil di Gaza.
Setelah proses hukum yang berlangsung di Ashkelon Magistrate’s Court, di mana masa penahanan mereka diperpanjang dua kali, keduanya akhirnya dibebaskan dan diserahkan kepada pihak imigrasi untuk dideportasi pada 10 Mei 2026. Pemerintah Spanyol dan Brasil menganggap penahanan kedua aktivis tersebut sebagai tindakan ilegal, dan organisasi hak asasi manusia Adalah juga mendukung pembelaan hukum mereka.
Di sisi lain, situasi di Gaza semakin memburuk akibat konflik yang berkepanjangan. Sejak serangan besar-besaran Israel pada Oktober 2023, lebih dari 72.000 orang dilaporkan tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka. Krisis kemanusiaan yang dihadapi oleh sekitar 2,4 juta penduduk Gaza semakin parah dengan lambatnya pengiriman bantuan.
Setelah dideportasi, Global Sumud Flotilla melanjutkan misinya dan telah tiba di Marmaris, Turki, untuk mendapatkan perawatan teknis dan pengisian logistik. Otoritas Turki telah memulai penyelidikan terkait pelanggaran yang terjadi saat penangkapan armada tersebut, termasuk dugaan perampasan kebebasan dan perlakuan buruk terhadap aktivis.
Aktivis Global Sumud menyatakan bahwa mereka akan terus berusaha mengirimkan bantuan ke Gaza, meskipun menghadapi berbagai tantangan dan risiko. Misi kemanusiaan ini mencerminkan upaya global untuk mendukung warga sipil yang terjebak dalam konflik yang berkepanjangan.









