bisnis.laksamana.id – 10 Mei 2026 | Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas dan suara deru kereta, sosok Fayyadh, seorang relawan penjaga perlintasan di Cikudapateuh, Bandung, menjadi pahlawan tanpa tanda jasa. Dengan penuh dedikasi, ia mengatur arus lalu lintas demi keselamatan pengguna jalan dan penumpang kereta. Meskipun sering menghadapi cemoohan dari orang-orang yang tidak memahami tugasnya, Fayyadh tetap teguh menjalankan perannya.
Setiap harinya, Fayyadh berdiri di tepi rel, memperhatikan kedatangan kereta yang melintas. Ia tahu betapa pentingnya menjaga keselamatan di perlintasan yang sering kali menjadi lokasi kecelakaan. Meskipun resiko hampir tertabrak kereta menjadi bagian dari pekerjaannya, semangatnya tidak pernah surut. “Saya hanya ingin memastikan bahwa tidak ada yang terluka saat kereta lewat,” ujarnya dengan tegas.
Pada suatu hari, ketika kereta melaju kencang, seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos palang perlintasan yang sudah ditutup. Dalam situasi yang menegangkan itu, Fayyadh dengan sigap melambai-lambaikan tangannya, berusaha menghentikan pengendara tersebut. Meskipun ia berhasil mencegah kecelakaan, ia tidak luput dari cemoohan dan kritik dari beberapa orang yang berada di sekitar.
“Saya di sini bukan untuk mendapatkan pujian, tetapi untuk menyelamatkan nyawa. Terkadang, orang tidak mengerti betapa berbahayanya situasi ini,” jelasnya. Sering kali, pria berusia 30 tahun ini harus menghadapi situasi serupa, di mana kesadaran masyarakat akan keselamatan perlintasan kereta masih rendah. Ia berharap, dengan kehadirannya, bisa meningkatkan kesadaran akan pentingnya mematuhi rambu-rambu keselamatan.
Perlintasan Cikudapateuh merupakan salah satu titik rawan kecelakaan di Bandung. Banyak pengguna jalan yang tidak sabar dan berusaha melewati rel meskipun sinyal peringatan berbunyi. Hal ini tidak hanya membahayakan mereka sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya serta penumpang kereta. Fayyadh mencatat, dalam setahun terakhir saja, ada beberapa insiden yang melibatkan kecelakaan di lokasi tersebut.
“Kami sebagai relawan sering kali berkoordinasi dengan pihak kereta api untuk meningkatkan keamanan di sini. Namun, kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan,” ungkapnya. Ia bersama tim relawan lainnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya yang mengintai jika mereka mengabaikan peraturan di perlintasan kereta.
Fayyadh percaya bahwa dengan usaha yang konsisten, mereka bisa merubah pandangan masyarakat tentang keselamatan di perlintasan kereta. Ia mengajak semua orang untuk bersama-sama menjaga keselamatan, bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. “Kami berharap, kehadiran kami di sini bisa membantu mencegah kecelakaan yang lebih fatal,” tuturnya.
Meski kadang merasa lelah dan frustrasi menghadapi cemoohan, Fayyadh tetap berkomitmen untuk melanjutkan tugasnya. “Ini bukan pekerjaan yang mudah, tetapi saya bangga bisa menjadi bagian dari solusi untuk keselamatan publik,” katanya. Dedikasinya yang tak tergoyahkan telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.
Dengan segala tantangan yang dihadapi, Fayyadh menunjukkan bahwa kesetiaan dan keberanian untuk berdiri di garis depan demi keselamatan masyarakat adalah hal yang sangat berharga. Dalam dunia yang sering kali mengabaikan hal-hal kecil, sosok seperti Fayyadh menjadi pengingat bahwa setiap tindakan kecil dapat memiliki dampak besar.









