bisnis.laksamana.id – 25 Mei 2026 | Nilai tukar dolar AS hari ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan di berbagai negara, dengan dampak yang beragam terhadap perekonomian global. Di Israel, shekel mencapai level tertinggi dalam 30 tahun terakhir terhadap dolar, sementara di Pakistan, usulan model anggaran terbaru mengusulkan penyesuaian nilai rupee untuk mengendalikan inflasi.
Shekel Israel Mencapai Rekor Tertinggi
Shekel Israel telah mencapai nilai tertinggi dalam tiga dekade terakhir terhadap dolar AS. Saat ini, satu dolar setara dengan 2,90 shekels, turun dari sekitar 4 shekels pada Oktober 2023. Kenaikan ini terjadi meskipun Israel menghadapi konflik internal sejak Oktober 2023. Bank Israel memprediksi pertumbuhan ekonomi sebesar 3,8% pada tahun 2026, dengan inflasi yang turun menjadi 1,9% pada Maret dan tingkat pengangguran yang rendah, yaitu 3,2%.
Mata uang yang kuat memberikan keuntungan bagi rumah tangga Israel, seperti mengurangi biaya impor dan membuat perjalanan ke luar negeri lebih murah. Namun, hal ini juga menimbulkan tantangan bagi perusahaan ekspor, terutama di sektor teknologi, karena produk mereka menjadi lebih mahal di pasar internasional.
Usulan Nilai Tukar Rupee Pakistan
Di Pakistan, ekonom Ashfaq Tola mengusulkan model anggaran yang menyarankan penyesuaian nilai rupee menjadi 250 per dolar. Usulan ini bertujuan untuk menurunkan inflasi hingga 6% dan mendorong pengiriman uang melalui saluran formal. Model anggaran tersebut juga menyarankan reformasi pajak, pengurangan kerugian di sektor energi, dan privatisasi perusahaan milik negara.
Tola menekankan pentingnya reformasi lokal untuk stabilitas ekonomi, termasuk penghapusan hambatan regulasi untuk mendukung ekspansi sektor swasta. Usulan ini muncul dalam konteks perdebatan mengenai bentuk anggaran federal berikutnya dan sejauh mana Pakistan dapat menyeimbangkan tujuan pertumbuhan dengan komitmen yang terkait dengan program IMF.
Dampak Fluktuasi Nilai Tukar
Fluktuasi nilai tukar dolar hari ini memiliki dampak yang berbeda-beda di berbagai negara. Di Israel, kekuatan shekel mendorong masuknya modal asing tetapi juga menekan ekspor. Sementara itu, di Pakistan, penyesuaian nilai rupee diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengendalikan inflasi.
Bank Israel dan pemerintah Pakistan kini berada di bawah tekanan untuk mengambil keputusan yang tepat dalam menangani fluktuasi nilai tukar ini. Kebijakan yang diambil akan memiliki dampak jangka panjang terhadap perekonomian kedua negara.
Secara global, fluktuasi nilai tukar dolar AS terus menjadi sorotan, terutama dalam konteks ketidakpastian ekonomi dan geopolitik. Pemantauan dan analisis lebih lanjut diperlukan untuk memahami arah pergerakan nilai tukar di masa mendatang.







