bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Sri Widodo, seorang pedagang asal Yogyakarta, berhasil mewujudkan impiannya untuk berangkat haji plus melalui usaha berjualan kacang mete. Setiap hari, Sri menjajakan kacang mete, kacang bawang, dan manggleng, serta menyisihkan sedikit demi sedikit pendapatannya. Keuletannya dalam menabung berbuah manis saat ia mendapat pesanan kacang mete senilai Rp90 juta, yang kemudian digunakan untuk mendaftar haji.
Hasuna Tour, biro perjalanan yang dipercaya Sri, merupakan penyelenggara haji plus dan umrah tertua di Yogyakarta. Biro ini menawarkan program haji plus dengan masa tunggu lebih singkat, berkisar antara enam hingga tujuh tahun, dibandingkan haji reguler. Meskipun biaya haji plus lebih tinggi, fasilitas yang disediakan sangat lengkap, mencakup akomodasi, konsumsi, dan pendampingan ibadah.
Tidak hanya Sri, pasangan muda Twin Wahyu dan Muhammad Yusron juga memutuskan untuk mendaftar haji plus demi memanfaatkan kondisi fisik yang masih prima. Mereka berpendapat bahwa melaksanakan ibadah haji di usia muda memberikan keuntungan tersendiri karena fisik masih kuat untuk menjalani rangkaian ibadah yang cukup menantang.
Hasuna Tour menyediakan pembekalan manasik yang dimulai satu tahun sebelum keberangkatan. Manasik dilakukan tidak hanya secara klasikal, tetapi juga melalui kegiatan manasik rombongan dari rumah ke rumah. Noor Saif, pembimbing haji Hasuna Tour, menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk membangun keakraban dan soliditas di antara para jemaah, sehingga mereka dapat saling bekerja sama dan bertanggung jawab satu sama lain.
Selama lebih dari 29 tahun, Hasuna Tour telah berhasil memberangkatkan lebih dari 26.000 jemaah dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah. Keberhasilan Sri Widodo dan jemaah lainnya menjadi bukti bahwa dengan ketekunan dan niat yang kuat, impian untuk menunaikan ibadah haji dapat terwujud.









