bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Dalam sebuah pernyataan yang mengejutkan, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan bahwa Indonesia belum mencapai swasembada kedelai. Dalam beberapa tahun terakhir, negara ini tercatat mengimpor kedelai dalam jumlah yang sangat besar, mencapai 2,7 juta ton.
Dalam sebuah diskusi, Amran menyebutkan bahwa tingginya angka impor kedelai menunjukkan bahwa produksi dalam negeri masih jauh dari harapan. Ia menegaskan bahwa untuk mencapai swasembada, pemerintah perlu berinvestasi lebih banyak dalam riset dan pengembangan pertanian kedelai.
“Kita harus menyadari bahwa kedelai adalah komoditas strategis. Jika kita terus bergantung pada impor, kita akan rawan terhadap fluktuasi harga dunia dan ketidakstabilan pasokan,” ungkapnya.
Amran juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan produktivitas petani kedelai lokal. Ia menyarankan agar ada program pelatihan dan pendampingan bagi petani agar mereka dapat menggunakan teknologi terbaru dalam budidaya kedelai. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan hasil panen dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa konsumsi kedelai di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan permintaan pasar. Namun, produksi dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Pada tahun lalu, kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 3 juta ton, sementara produksi lokal hanya mampu memenuhi sekitar 30% dari total kebutuhan.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah berencana untuk meningkatkan luasan lahan pertanian kedelai dan memperkenalkan varietas kedelai unggul yang lebih tahan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, dukungan finansial bagi petani juga menjadi kunci untuk mendorong peningkatan produksi.
“Kami berharap dengan langkah-langkah ini, dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia dapat memproduksi kedelai sendiri dan mengurangi ketergantungan pada impor,” tambah Amran.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan, isu kedelai ini menjadi semakin relevan. Masyarakat diharapkan turut berperan dalam mendukung produk lokal dan mendorong pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor pertanian kedelai.
Amran menegaskan bahwa untuk mencapai swasembada kedelai, seluruh pihak harus bersinergi, mulai dari pemerintah, petani, hingga masyarakat umum. Kesadaran akan pentingnya kedelai sebagai salah satu komoditas utama harus ditingkatkan agar kedelai lokal dapat bersaing dengan produk impor.
Dengan langkah yang tepat dan dukungan yang kuat, bukan tidak mungkin Indonesia akan segera mencapai kemandirian dalam produksi kedelai, sehingga dapat mengurangi beban impor dan meningkatkan ketahanan pangan nasional.









