bisnis.laksamana.id – 24 Mei 2026 | Pemadaman listrik massal yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera pada Jumat (22/5/2026) malam telah menimbulkan berbagai dampak signifikan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Gangguan sistem kelistrikan ini terjadi sekitar pukul 18.44 WIB dan berdampak pada sejumlah provinsi, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Jambi.
Kronologi Pemadaman Listrik
Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, gangguan sistem kelistrikan diduga berasal dari sistem transmisi antara Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Jambi. Cuaca buruk disebut sebagai faktor utama yang memicu gangguan tersebut. Akibatnya, ruas transmisi keluar dari sistem kelistrikan Sumatera, menyebabkan pemadaman listrik berantai di berbagai daerah.
Dampak Pemadaman Listrik
Pemadaman listrik ini telah memengaruhi berbagai sektor, mulai dari ekonomi hingga kesehatan. Di Kota Medan, pemesanan kamar hotel melonjak tajam akibat warga yang terdampak mati listrik mencari tempat menginap. Namun, ketersediaan bahan bakar minyak untuk genset menjadi kendala utama bagi hotel-hotel tersebut.
Di Jambi, pelaku usaha ikan hias dan pangkas rambut mengaku mengalami penurunan pendapatan akibat pemadaman listrik. Ridwan, salah satu pedagang ikan hias di Pasar TAC, Kota Jambi, menyatakan bahwa penjualannya anjlok karena ikan yang biasanya dipajang terpaksa disimpan selama listrik padam. Sementara itu, Yakup, pelaku usaha pangkas rambut, terpaksa menutup usahanya lebih awal karena ketiadaan listrik.
Insiden Tragis di Tanah Datar
Di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, insiden tragis terjadi ketika tiga remaja mengalami keracunan gas karbon monoksida (CO) dari mesin genset yang dinyalakan saat pemadaman listrik. Dua dari tiga remaja tersebut dilaporkan meninggal dunia, sementara satu korban lainnya masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Insiden ini terjadi di kompleks Masjid Nurul Huda, di mana para korban diduga menghirup asap genset yang dioperasikan sebagai sumber listrik alternatif.
Respons PLN dan Media Asing
PLN telah berupaya memulihkan jaringan transmisi sekitar dua jam setelah gangguan terjadi. Teknisi fokus mengaktifkan kembali pembangkit listrik dan menyambungkannya ke jaringan utama. Media asing seperti The Star dari Malaysia juga turut melaporkan peristiwa ini, menyoroti pemadaman listrik yang diduga dipicu oleh cuaca buruk.
Pemadaman listrik massal ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kestabilan sistem kelistrikan dan kesiapan menghadapi situasi darurat. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mempersiapkan diri dengan sumber listrik alternatif yang aman untuk digunakan.









