bisnis.laksamana.id – 03 Juli 2026 | Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus berupaya untuk meningkatkan ketersediaan energi listrik di Indonesia. Salah satu cara yang dilakukan oleh PLN adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di waduk dan daerah-daerah lainnya. Dengan demikian, PLN dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menghemat biaya produksi listrik.
PLN telah memilih waduk Saguling sebagai lokasi pembangunan PLTS terapung yang pertama. Waduk Saguling merupakan salah satu waduk terbesar di Indonesia, dengan luas permukaan sekitar 10.300 hektare. Dengan memanfaatkan waduk ini, PLN dapat menghasilkan listrik hingga 10.3 GW peak.
PLN juga berencana membangun super teknologi green corridor, berupa proyek PLTS dan PLTB, dengan memanfaatkan lahan di pinggir jalan tol. Salah satunya akan berjalan di jalan tol Bali Mandara. ‘Jalan tol milik Jasa Marga dengan panjang 802 kilometer, apabila di kedua sisi lebarnya sekitar 3-5 meter, maka ada sekitar 400 sampai 500 hektare, artinya ini ada 0,5 gigawatt peak, dan tentu saja artinya dikalikan tiga, kami bisa menambah BESS sebesar 1,5 gigawatt hour,’ jelas Darmawan.
Target PLN adalah meningkatkan kapasitas produksi listrik hingga 19,1 GW sampai tahun 2030. Dengan demikian, PLN dapat memfasilitasi penguatan daya listrik di Pulau Jawa, meningkatkan keandalan, dan mengurangi konsumsi bahan bakar fosil yang berbasis impor.
PLN juga berencana membangun PLTS di beberapa wilayah lainnya, seperti di Pulau Bali dan Madura. Dengan demikian, PLN dapat meningkatkan ketersediaan energi listrik di daerah-daerah tersebut dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Ke depannya, PLN akan terus berupaya untuk meningkatkan ketersediaan energi listrik di Indonesia dengan membangun PLTS dan PLTB di berbagai lokasi. Dengan demikian, PLN dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menghemat biaya produksi listrik, dan meningkatkan ketersediaan energi listrik di daerah-daerah.









