bisnis.laksamana.id – 13 Juni 2026 | Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Kementerian Sosial (Kemensos) telah melakukan uji coba sistem bantuan sosial (bansos) berbasis digital di Kota Surabaya. Sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) ini diakses melalui portal Perlinsos dan telah diuji coba kepada 200 warga yang hadir di Kelurahan Pakis, Surabaya.
Sistem Perlinsos ini memungkinkan warga untuk melakukan pendaftaran kelayakan usulan penerimaan bansos secara mudah dengan memasukkan Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan verifikasi real-time. Melalui sistem ini, rantai birokrasi dan tata kelola dalam pengusulan penerima bansos dapat dipangkas karena dapat mengusulkan secara mandiri dan transparan dalam beberapa menit.
Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya, mengatakan digitalisasi bansos ini bukan sekadar urusan migrasi data dari cara manual ke aplikasi digital. Melalui sistem ini, rantai birokrasi dan tata kelola dalam pengusulan penerima bansos bisa dipangkas karena dapat mengusulkan secara mandiri dan transparan dalam beberapa menit.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Robben Rico, mengatakan Perlinsos saat ini sedang diuji coba di 42 kabupaten/kota dengan target penerapan secara nasional pada tahun 2027 mendatang. Keunggulan lainnya dalam sistem ini yakni kecepatan pemutaran data pemerintah dalam memantau kondisi riil warga.
Di sisi lain, Koordinator Gugus Tugas Komite PTDP, Rahmat Danu Andika, menyampaikan ke depannya sistem ini akan terus dikembangkan untuk memperluas cakupan bansos, termasuk penyaluran subsidi listrik hingga elpiji.
Berdasarkan uji coba ini, sistem Perlinsos telah menunjukkan potensi untuk memperbaiki data dan memastikan penerima bantuan itu tepat sasaran. Selain itu, sistem ini juga dapat meningkatkan transparansi dan memastikan bantuan tepat sasaran.
Ke depannya, sistem Perlinsos akan menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperbaiki sistem bansos dan meningkatkan kualitas pelayanan sosial.
Selain itu, sistem Perlinsos juga dapat membantu meningkatkan literasi digital masyarakat dan meningkatkan kemampuan warga dalam mengakses informasi dan layanan sosial.
Perlu diingat bahwa digitalisasi bansos bukan sekadar urusan teknologi, tetapi juga memerlukan perubahan perilaku dan budaya dalam mengakses dan menggunakan layanan sosial.
Sehingga, pemerintah perlu terus berkomitmen untuk membangun sistem perlindungan sosial yang lebih efisien, efektif, dan transparan.








