bisnis.laksamana.id – 13 Juni 2026 | Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Senin (15/6) mendatang. Kunjungan tersebut merupakan pertemuan pertama Steinmeier dengan Presiden RI Prabowo Subianto sejak dilantik. Meskipun demikian, Steinmeier bukanlah sosok yang asing dengan Indonesia karena telah berkunjung ke negara tersebut dua kali sebelumnya saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Jerman. Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste, mengatakan bahwa kunjungan Steinmeier menegaskan posisi Indonesia sebagai mitra strategis Jerman di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Kunjungan Steinmeier akan membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara, termasuk dalam bidang ekonomi, investasi, energi, digitalisasi, dan pertahanan. Jerman memandang Indonesia sebagai mitra jangka panjang yang penting, terutama di bidang ekonomi, investasi, energi, digitalisasi, dan pertahanan. Dalam kunjungan tersebut, Steinmeier juga dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahmi. Presiden Jerman juga akan berdialog dengan para peneliti dan intelektual publik Indonesia mengenai perkembangan situasi global dan tantangan geopolitik dunia.
Dalam kunjungan tersebut, Steinmeier akan didampingi delegasi dari berbagai sektor, mulai dari logistik, mobilitas tenaga kerja, digital, hingga industri peralatan mesin. Delegasi budaya dan ilmuwan juga turut serta dalam rombongan. Ralf Beste mengatakan bahwa Jerman saat ini tengah berupaya memperkuat kemitraan dengan negara-negara yang dinilai memiliki peran penting dalam tatanan global, termasuk Indonesia.
Jerman berharap hubungan perdagangan dan investasi dengan Indonesia dapat semakin meningkat. Saat ini, nilai perdagangan kedua negara mencapai sekitar 7 miliar dan menempatkan Jerman sebagai salah satu mitra dagang terbesar Indonesia di Eropa setelah Belanda. Pemerintah Jerman juga menaruh harapan besar pada implementasi Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang diyakini dapat membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi kedua pihak.
Kerja sama energi juga menjadi salah satu agenda yang akan dibahas. Jerman saat ini terlibat dalam pendanaan dan pengembangan proyek energi terbarukan di Indonesia melalui skema Just Energy Transition Partnership. Ralf Beste menutup pidatonya dengan alasan kunjungan Presiden Jerman datang ke Indonesia dengan membawa harapan untuk dapat memperluas hubungan baik yang telah dijalin Indonesia-Jerman sejak lama.









