Scroll to read post

Printer 4D pertama jenisnya tidak hanya membuat robot yang dapat didaur ulang

adjoe
A-AA+A++

Cetak 3D dulu merupakan inovasi dari “Star Trek.” Kini, para penggemar dapat menyelesaikan berbagai proyek cetak 3D yang mengesankan di rumah mereka sendiri (serta beberapa yang mungkin)jangan mewakili penggunaan yang paling berhargadari teknologi ini). Namun, pada tingkat penelitian, teknologi ini terus berkembang dan berkembang, dengan tim-tim yang mengeksplorasi kemungkinan pencetakan 4D. Satu tim penelitian bahkan sedang mencoba pencetakan 4D untuk menciptakan robot “lembut” yang mandiri menggunakan bahan-bahan yang biasanya merupakan limbah.

Perbedaan kunci antara cetak 3D tradisional dan cetak 4D adalah penambahan elemen waktu. Ini adalah dimensi tambahan yang membuatnya “4D.” Cetak 3D melibatkan pencetakan objek statis yang biasanya tidak bergerak kecuali dimasukkan sebagai bagian dari mesin. Cetak 4D memungkinkan pembuatan objek yang dapat mengubah bentuk, fungsinya, atau keduanya sebagai respons terhadap stimulus. Panas dan cahaya adalah dua contoh stimulus yang dapat memicu objek yang dicetak 4D untuk mengubah bentuk atau fungsinya.

Inovasi ini dapat memiliki aplikasi di bidang seperti robotika. Pertimbangkan contoh pekerjaan yang dilakukan oleh tim peneliti Korea. Dalam sebuah artikel diBahan Maju, para peneliti menjelaskan bagaimana mereka telah menggunakan metode pencetakan 4D untuk mengembangkan struktur yang dapat didaur ulang yang dapat berubah bentuk secara otomatis ketika terpapar panas atau cahaya. Meskipun ini saja luar biasa, yang mungkin lebih menarik perhatian adalah fakta bahwa tim mencapai terobosan ini menggunakan bahan yang biasanya hanya menjadi limbah industri: belerang.

Baca lebih lanjut:13 Proyek Cetak 3D yang Harus Anda Coba

Menggunakan plastik belerang untuk mencapai pencetakan 4D

Plastik belerang yang berasal dari limbah belerang dapat menawarkan berbagai manfaat. Misalnya, berbeda dengan jenis plastik lainnya, mereka mampu menyalurkan cahaya inframerah. Kemampuan mereka dalam menyerap logam berat juga membuatnya berguna dalam aplikasi pemurnian air.

Sayangnya, secara historis sulit menggunakan plastik belerang dengan teknologi pencetakan 3D. Plastik belerang memiliki jaringan internal yang kompleks yang mencegahnya digunakan dengan mudah dalam aplikasi pencetakan 3D yang melibatkan struktur kompleks. Tim peneliti Korea telah mengatasi hambatan ini dengan mengembangkan jaringan polimer belerang internal yang longgar dalam plastik belerang, yang membuatnya memungkinkan untuk mendorong bahan tersebut untuk tujuan pencetakan 3D.

Metode baru ini memungkinkan tim menggunakan teknik pencetakan 4D untuk membuat struktur yang berubah bentuk sebagai respons terhadap stimulasi panas atau cahaya. Para peneliti juga menemukan bahwa delapan detik penerapan laser khusus pada bahan yang dicetak 4D memicu efek adhesif. Efek semacam ini memungkinkan pembuatan struktur kompleks dengan bahan yang dicetak 4D. Penambahan partikel magnetik juga memungkinkan pembuatan robot lunak yang bergerak sebagai respons terhadap medan magnet, tanpa sumber daya eksternal.

Metode cetak 4D baru berakar pada keberlanjutan

Limbah belerang adalah hasil sampingan umum dari proses penyulingan minyak bumi. Dengan demikian, setiap teknologi yang dapat memanfaatkan limbah ini sebagai sumber daya akan menjadi bernilai dari perspektif keberlanjutan. Itulah sebabnya, bagi beberapa orang, cerita utama di sini adalah bagaimana pekerjaan ini menunjukkan potensi yang lebih besar untuk penggunaan limbah belerang dalam pencetakan 4D. Selain itu, objek atau struktur yang dicetak dengan metode ini dapat dilelehkan sehingga material yang dihasilkan dapat digunakan dalam proyek-proyek masa depan.

Tidak masalah jika pengambilan terbesar Anda dari berita ini adalah bahwa seseorang sedang melakukan eksperimen dengan struktur 4D otonom. Ini secara sederhana layak dipahami bagaimana proses-proses ini dapat bersifat berkelanjutan. Sebuah terobosan seperti ini membuktikan bahwa bahkan limbah industri bisa menjadi sumber yang berguna ketika pemikiran inovatif diterapkan. Dengan orang-orang lain yang menjelajahibagaimana pencetakan 3D dapat menyelesaikan krisis perumahanatau bagaimana pencetakan 3D dapat menciptakan sebuahbentuk plastik yang terjangkau dan dapat didaur ulang, jelas teknologi ini memiliki potensi untuk menawarkan nilai masyarakat yang nyata.

Menikmati artikel ini?Daftar untuk newsletter gratis Bisnis.Laksamana.iddantambahkan kami sebagai sumber pencarian yang disukaiuntuk teknologi dan hiburan terbaru, serta tips dan saran yang benar-benar bisa Anda gunakan.

Bacalahartikel asli di Bisnis.Laksamana.id -.