Scroll to read post

Wamenkes: Tantangan Imunisasi Anak dari Hoaks hingga Isu Agama

Raaqiyah Suginah
Wamenkes: Tantangan Imunisasi Anak dari Hoaks hingga Isu Agama
Wamenkes: Tantangan Imunisasi Anak dari Hoaks hingga Isu Agama
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 12 Mei 2026 | Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengungkapkan tantangan besar dalam meningkatkan cakupan imunisasi bagi anak-anak di Indonesia. Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah, terutama setelah pandemi COVID-19 yang memperburuk situasi. Banyak anak yang belum pernah menerima imunisasi dasar, atau dikenal dengan istilah zero dose. Kondisi ini meningkatkan risiko munculnya kembali penyakit yang dapat dicegah seperti campak, polio, dan difteri.

Hoaks seputar imunisasi menjadi salah satu tantangan utama. Salah satu mispersepsi yang beredar di masyarakat adalah bahwa vaksin bisa menyebabkan autisme. Dante menegaskan bahwa studi empiris di seluruh dunia tidak menemukan bukti bahwa vaksin menimbulkan efek samping autis, sehingga vaksinasi aman dilakukan.

Selain hoaks, isu agama juga menjadi tantangan. Vaksin campak yang sebelumnya dipermasalahkan telah melalui proses pemurnian dan dinyatakan halal. Kerjasama dengan tokoh agama penting untuk menjelaskan kepada masyarakat bahwa imunisasi adalah tindakan yang baik dan halal.

Dante menekankan bahwa peran ibu sangat sentral dalam keputusan imunisasi. Kepala daerah juga diharapkan aktif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam program imunisasi. Dukungan dari pemerintah daerah dapat mempercepat peningkatan cakupan imunisasi, sehingga anak-anak dapat tumbuh sehat dan optimal.

Wali Kota Bandung, M. Farhan, juga menegaskan pentingnya imunisasi sebagai fondasi untuk membangun generasi yang sehat dan produktif. Menurutnya, kesehatan yang baik adalah pondasi utama sebelum melanjutkan ke pendidikan, pengembangan keahlian, dan dunia kerja.

Pemerintah berharap bahwa sinergi antara Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan keluarga dapat mempercepat penurunan jumlah anak zero dose, sehingga anak-anak Indonesia dapat terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.