bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Dalam upaya meningkatkan deteksi dini Tuberkulosis (TBC) di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang mengkaji kemungkinan pengadaan alat rontgen di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Langkah ini dianggap sangat penting untuk menemukan kasus TBC sejak tahap awal, yang dapat berkontribusi terhadap pengendalian penyakit ini di masyarakat.
Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri Kesehatan, mengungkapkan bahwa rontgen merupakan alat yang efektif untuk mendeteksi TBC, terutama pada individu yang belum menunjukkan gejala atau berada di tahap awal penyakit. Dalam beberapa tahun terakhir, TBC menjadi salah satu masalah kesehatan yang serius di Indonesia, dengan angka kasus yang masih tinggi.
“Keberadaan rontgen di puskesmas akan memudahkan petugas kesehatan dalam melakukan skrining terhadap masyarakat. Ini adalah langkah awal yang sangat penting untuk mencegah penyebaran TBC,” ujar Dante. Ia menambahkan bahwa deteksi dini dapat mengurangi risiko penularan dan meningkatkan peluang pengobatan yang sukses.
Dengan adanya rontgen di puskesmas, diharapkan masyarakat dapat lebih mudah mengakses layanan kesehatan untuk pemeriksaan TBC. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di tingkat dasar.
Dante juga menegaskan perlunya peningkatan kapasitas puskesmas dalam hal fasilitas dan pelatihan petugas kesehatan. “Tidak hanya alat, tetapi juga sumber daya manusia yang terlatih sangat diperlukan untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan TBC dengan baik,” jelasnya.
Pengadaan alat rontgen ini diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi nasional untuk mengatasi TBC, yang juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi non-pemerintah dan masyarakat. Kemenkes berencana untuk melakukan evaluasi dan penelitian lebih lanjut mengenai kebutuhan alat ini di masing-masing puskesmas.
Keberhasilan program ini tidak lepas dari dukungan masyarakat. Edukasi mengenai TBC dan pentingnya deteksi dini harus terus digalakkan agar masyarakat lebih sadar akan kesehatan mereka sendiri. Kemenkes juga berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat dan terpercaya mengenai TBC dan langkah-langkah pencegahannya.
Secara keseluruhan, langkah Kemenkes untuk mengkaji pengadaan alat rontgen di puskesmas merupakan inisiatif yang sangat positif. Dengan adanya fasilitas yang memadai dan sumber daya manusia yang terlatih, diharapkan angka kasus TBC di Indonesia dapat menurun secara signifikan. Deteksi dini dan penanganan yang tepat adalah kunci untuk memerangi penyakit yang telah mengancam kesehatan masyarakat ini selama bertahun-tahun.









