Scroll to read post

Vitamin C atau D, yang lebih efektif tingkatkan imunitas?

adjoe
A-AA+A++

Vitamin C dan D sering dipilih sebagai suplemen tambahan ketika tubuh terasa lelah atau mudah sakit.Yaps, kedua vitamin ini memang memiliki fungsi yang dapat dipercaya dalam mendukung kekebalan tubuh. Vitamin C dan D masing-masing mampu memperkuat sistem imun sehingga tubuh tidak mudah terganggu dan menjaganya tetap dalam kondisi optimal.

Namun, antara vitamin C dan D, mana yang sebenarnya lebih efektif dalam mendukung sistem kekebalan tubuh? Artikel ini akan membahas cara kerja vitamin C dan D dalam menjaga daya tahan tubuh. Mari simak penjelasan lengkapnya untuk mengetahui jawabannya.

1. Mekanisme kerja vitamin C membantu memperkuat sistem imun tubuh

Vitamin C merupakan nutrisi penting yang memiliki berbagai fungsi dalam tubuh, seperti membantu pembentukan kolagen, berperan sebagai agen penyembuhan, menjaga kekuatan tulang dan otot, serta melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Vitamin ini berfungsi sebagai antioksidan yang kuat. Ia bekerja dengan menetralisir radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Inilah alasan mengapa vitamin C dipercaya dalam memperkuat sistem imun tubuh.

Di dalam tubuh, vitamin C bekerja pada tingkat sel. Mereka membantu memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan, serta berperan dalam mencegah beberapa penyakit dengan melindungi jaringan dari tekanan oksidatif. Selain itu, vitamin C juga mendukung sel darah putih dalam melawan bakteri atau virus yang menyebabkan penyakit. Fungsinya dalam memproduksi kolagen juga memberikan perlindungan fisik pertama pada kulit terhadap serangan penyakit dari luar.

Ketika kita mengalami sakit, seperti demam atau flu, vitamin C berperan dalam mempercepat proses pemulihan. Mereka membantu mengurangi gejala dan memperpendek masa penyakit dengan memperbaiki sel-sel yang rusak. Yang perlu diperhatikan mengenai fungsi vitamin C dalam mendukung sistem imun adalah bahwa vitamin C bukanlah penghalang terhadap penyakit, melainkan membantu tubuh dalam proses penyembuhan.

2. Mekanisme kerja vitamin D membantu sistem imun tubuh

Berbeda dengan vitamin C, mekanisme kerja vitamin D berfokus pada pengaturan atau regulasi sistem kekebalan tubuh. Vitamin D berperan sebagai “pembawa pesan” yang memberi instruksi kepada sistem kekebalan tubuh tentang cara bekerja. Ia mencegah sistem kekebalan menyerang jaringan tubuh yang sehat, mengenali dan merespons virus, serta mengurangi peradangan.

Bila tubuh memiliki kadar vitamin D yang cukup, maka sistem imun akan lebih tangguh dalam melawan serangan penyakit. Sebaliknya, jika kekurangan vitamin D, tubuh cenderung lebih rentan terhadap infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan yang bisa memicu flu. Di halamanNational Library of Medicinejuga disampaikan bahwa kekurangan vitamin D berkaitan dengan meningkatnya respons autoimun serta meningkatnya risiko terkena infeksi.

Dalam hal ini, dapat dianggap bahwa vitamin D berperan sebagai pelindung awal yang membantu tubuh menghindari infeksi sehingga mencegah terjadinya penyakit. Di sisi lain, vitamin C berfungsi sebagai zat penyembuh yang membantu memperbaiki sel-sel yang mengalami kerusakan atau sakit.

3. Manakah yang lebih baik antara vitamin C dan D untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh?

Vitamin C dan D masing-masing memiliki mekanisme kerja yang berbeda dalam mendukung fungsi sistem imun tubuh. Kedua jenis vitamin ini saling terkait meskipun tidak terlibat dalam jalur yang sama. Oleh karena itu, tidak ada yang lebih unggul antara vitamin C dan D dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, keduanya bekerja bersama secara sinergis dan saling melengkapi.

Laman Verywell Healthmenerangkan bahwa vitamin D berperan dalam menjaga fungsi sistem imun secara keseluruhan serta mengurangi kemungkinan terkena infeksi tertentu, khususnya pada individu dengan kadar vitamin D yang rendah. Vitamin C mendukung kerja sel-sel kekebalan dan mampu mengurangi gejala serta lamanya penyakit. Oleh karena itu, alih-alih membandingkan, kedua vitamin ini akan lebih bermanfaat jika dikonsumsi secara rutin agar memenuhi kebutuhan tubuh.

Vitamin D bekerja secara bertahap seiring berjalannya waktu. Oleh karena itu, menjaga kadar vitamin ini dalam jumlah yang cukup sepanjang tahun sangat penting. Di sisi lain, vitamin C dapat membantu saat sedang sakit, namun vitamin ini akan lebih efektif jika dikonsumsi secara rutin daripada menunggu hingga gejala muncul.

Vitamin C dan D sama-sama berperan dalam memperkuat sistem imun tubuh. Keduanya saling melengkapi dalam meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, sehingga tidak ada yang lebih unggul daripada keduanya.

Referensi

Perbandingan C vs. D: Mana yang Harus Dipilih untuk Dukungan Kekebalan Tubuh?Verywell Health. Diakses Maret 2026.

“Vitamin D dan C: Mana yang Lebih Baik untuk Kekebalan Tubuh?”Health. Diakses Maret 2026.

Mitos dan Fakta Mengenai Vitamin CHarvard Health Publishing. Diakses Maret 2026.

Dampak suplemen vitamin D, vitamin C, dan seng terhadap status imun pada orang dewasa Yordania selama pandemi COVID-19: temuan studi potong lintang.National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.

Vitamin D dan Sistem Kekebalan TubuhNational Library of Medicine. Diakses Maret 2026.

7 Suplemen yang Sebaiknya Dikonsumsi Bersama dengan Magnesium 7 Suplemen yang Dapat Membantu Penderita Epilepsi 5 Suplemen yang Dapat Mengganggu Kualitas Tidur Jika Diminum di Malam Hari