bisnis.laksamana.id – 04 Juli 2026 | Auckland, Selandia Baru – Karena inflasi yang semakin meningkat, industri makanan Jepang telah mencapai titik balik. Dalam beberapa tahun terakhir, industri ini telah mengalami perubahan drastis. Pada tahun 2023, pasar makanan siap saji di Jepang mencapai 860,3 miliar yen, lebih dari dua kali lipat dari tahun 2019 sebelum pandemi. Namun, pasar ini kemudian mengalami kontraksi 6,1% pada tahun 2024 sebelum melihat pertumbuhan 2,0% pada tahun 2025.
Industri ini dipimpin oleh beberapa pemain utama, termasuk Uber Eats Jepang dan Demae-can Co. Namun, persaingan di antara mereka sangat ketat. Harga pengiriman biasanya lebih tinggi daripada harga di toko, tetapi perang harga semakin intensif setelah Rocket Now, yang dioperasikan oleh anak perusahaan Jepang dari sebuah perusahaan AS, memasuki pasar pada tahun 2025 dengan janji untuk menandingi harga di toko.
Di lain pihak, wanita tunadaksa di Auckland, Selandia Baru, Sally Britnell, mengalami kesulitan karena di tolak oleh tiga pengemudi Uber secara berturut-turut meskipun memiliki hak untuk membawa anjing pembimbingnya. Britnell harus menunggu lebih dari satu jam di pusat perbelanjaan Glenfield Mall untuk mencapai rumahnya di North Shore, yang hanya 3 kilometer jauhnya, akibat penolakan pengemudi.
Warga Jepang juga menghadapi kesulitan serupa. Pada bulan Juni 2026, Helsinki-based Wolt diwajibkan untuk menutup operasinya di Jepang setelah enam tahun beroperasi. Kedua kasus ini menunjukkan betapa kompleksnya industri makanan Jepang dan bagaimana konsumen masih mengandalkan layanan ini.
Di tengah-tengah kebingungan ini, beberapa perusahaan mengambil langkah untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Demae-can Co., salah satu pemain besar, diharapkan akan mencatat kerugian sebesar 4 miliar yen untuk tahun bisnis yang berakhir pada Agustus 2026, membuatnya menjadi perusahaan yang ke delapan kalinya kehilangan uang.
Perubahan ini menunjukkan bagaimana industri makanan Jepang harus beradaptasi dengan perubahan pasar dan meningkatkan efisiensi untuk tetap berkompetisi. Apakah konsumen tetap mengandalkan layanan ini? Hanya waktu yang akan memberikan jawaban.









