Scroll to read post

Kemenperin Minta Kepastian Insentif Kendaraan Listrik untuk Menghindari Penundaan Pembelian

Pauel Scott
Kemenperin Minta Kepastian Insentif Kendaraan Listrik untuk Menghindari Penundaan Pembelian
Kemenperin Minta Kepastian Insentif Kendaraan Listrik untuk Menghindari Penundaan Pembelian
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 30 Juni 2026 | Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah meminta pemerintah untuk segera memberikan kepastian tentang insentif pembelian kendaraan listrik. Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan bahwa ketidakjelasan pelaksanaan insentif tersebut telah memberikan tekanan pada industri otomotif, sehingga konsumen menunda keputusan membeli kendaraan.

Febri mengatakan bahwa industri dan konsumen produk otomotif perlu diberi kepastian segera. Jika belum ada kepastian, itu akan menjadi tekanan pada industri, karena konsumennya masih akan menunggu melakukan pembelian produk otomotif menunggu insentif itu.

Oleh karena itu, Kemenperin meminta kementerian dan lembaga yang berwenang untuk menetapkan kebijakan terkait insentif kendaraan listrik agar tidak semakin membebani sektor otomotif.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah mengatakan bahwa pemerintah akan menunda pelaksanaan insentif kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) menjadi Juli 2026, sebelumnya direncanakan mulai bergulir pada Juni 2026. Keputusan ini diambil karena masih ada sejumlah perhitungan yang belum rampung dan mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto.

Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi, kata Purbaya.

Kemenperin berharap bahwa kepastian insentif kendaraan listrik akan segera diberikan, sehingga industri otomotif dapat berkembang dengan baik dan konsumen dapat membeli kendaraan listrik dengan lebih mudah.

Kesimpulan: Kemenperin meminta pemerintah untuk segera memberikan kepastian tentang insentif kendaraan listrik untuk menghindari penundaan pembelian.