Scroll to read post

Tsunami Dahsyat di Alaska Ubah Lanskap Selamanya

Darya abra
Tsunami Dahsyat di Alaska Ubah Lanskap Selamanya
Tsunami Dahsyat di Alaska Ubah Lanskap Selamanya
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 13 Mei 2026 | Perubahan dramatis terjadi di Tracy Arm, sebuah fjord populer di Alaska Tenggara, setelah peristiwa alam pada 10 Agustus 2025. Sebuah longsoran besar mengakibatkan 64 juta meter kubik batuan jatuh ke dalam fjord, memicu tsunami yang lebih tinggi dari Menara Eiffel. Tsunami ini melanda kawasan tersebut, menghapus vegetasi hingga ketinggian 1.578 kaki di atas permukaan laut.

Gambar satelit dari NASA-USGS Landsat menangkap perubahan drastis ini. Sebelum bencana, gambar yang diambil pada 26 Juli 2025 menunjukkan fjord dikelilingi vegetasi hijau. Namun, setelah kejadian, gambar yang diambil sembilan hari kemudian pada 19 Agustus menunjukkan betapa parahnya kerusakan yang terjadi. Area di sekitar fjord berubah menjadi abu-abu akibat longsoran batu. Menurut Dan Shugar, seorang geomorfolog dari University of Calgary, bekas longsoran yang cerah di sisi utara fjord sangat mencolok, begitu pula ‘cincin bak mandi’ yang menunjukkan area hutan yang rata oleh tsunami.

Pulau Sawyer yang berjarak sekitar 6 mil dari lokasi longsoran juga mengalami perubahan, dari hijau menjadi cokelat, hanya menyisakan beberapa pohon di ketinggian yang lebih tinggi. Fenomena ini menggarisbawahi dampak signifikan dari peristiwa geologi dan iklim di wilayah tersebut.

Sementara itu, di Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto menyatakan bahwa Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam hal risiko bencana. Posisi ini menempatkan Indonesia di belakang Filipina yang sering dilanda angin topan. Faktor geografis membuat Indonesia rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, termasuk tsunami, mengingat lokasinya yang dekat dengan Filipina.

Penggunaan data satelit seperti yang dilakukan NASA di Alaska dapat menjadi alat penting dalam memantau dan merespons bencana alam di seluruh dunia. Perubahan iklim dan aktivitas geologi terus menjadi ancaman yang harus diantisipasi dengan kesiapsiagaan yang lebih baik.