bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Dalam upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sidang isbat awal Zulhijah 1447 H yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah berhasil menarik perhatian publik. Sidang ini diadakan untuk menetapkan awal bulan Zulhijah dalam kalender Islam dan merupakan momen penting bagi umat Muslim di Indonesia.
Hasil dari sidang isbat tersebut menunjukkan kesepakatan yang sama dengan ketetapan yang telah dikeluarkan oleh Muhammadiyah sebelumnya. Hal ini menegaskan bahwa kedua organisasi keagamaan besar di Indonesia, yaitu Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, dapat memiliki pandangan yang sejalan dalam menentukan waktu-waktu penting dalam agama.
Anggota DPR, yang terlibat langsung dalam sidang ini, menilai bahwa kesepakatan yang tercapai dapat menjadi simbol persatuan nasional. Dalam konteks ini, sidang isbat bukan hanya sekadar penetapan awal bulan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat ikatan antar umat beragama dan komunitas di seluruh Indonesia.
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa sidang isbat merupakan contoh bagaimana perbedaan pandangan dapat disatukan demi kepentingan bersama. “Ini adalah langkah positif yang menunjukkan bahwa kita dapat bersatu meskipun ada perbedaan dalam cara pandang,” ujarnya. Dia juga menekankan pentingnya dialog antar kelompok keagamaan dalam menciptakan harmoni di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyambut baik hasil sidang isbat tersebut. Dia mengungkapkan harapannya agar kerjasama antara Muhammadiyah dan NU dalam hal penetapan waktu dapat terus berlanjut. “Kita harus terus menjaga kerukunan dan persatuan di antara umat beragama,” tegasnya.
Dengan adanya kesepakatan ini, diharapkan masyarakat dapat merayakan Hari Raya Idul Adha dengan penuh kebersamaan dan rasa syukur. Sidang isbat ini juga menjadi contoh bagi negara lain tentang bagaimana keragaman dapat dikelola dengan baik untuk menciptakan suasana yang harmonis.
Dari sisi masyarakat, banyak yang mengapresiasi hasil sidang ini. Mereka merasa bangga bahwa Indonesia dapat menunjukkan sikap toleransi yang tinggi dalam menghadapi perbedaan. “Ini adalah bukti bahwa kita bisa hidup rukun meskipun kita berbeda pendapat,” ungkap salah satu warga Jakarta, Ahmad.
Diharapkan, momentum sidang isbat ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk terus memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, terutama menjelang perayaan hari-hari besar keagamaan yang menjadi perhatian publik. Dengan sikap saling menghargai dan menghormati, Indonesia dapat menjadi contoh bagi negara lain dalam hal kerukunan antar umat beragama.









