bisnis.laksamana.id – 18 Mei 2026 | Direktorat Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen Bina PHU) Kementerian Agama (Kemenhaj) terus melakukan sosialisasi mengenai skema Murur dan Tanazul yang akan diterapkan pada puncak pelaksanaan ibadah haji pada 9 Zulhijah mendatang. Sosialisasi ini dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di 10 sektor yang ada di Makkah.
Puji Raharjo, selaku Direktur Jenderal Bina PHU, mengungkapkan bahwa kegiatan sosialisasi ini ditujukan kepada berbagai pihak, termasuk petugas kloter, pembimbing ibadah, tenaga kesehatan, serta Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). “Kami berharap melalui kegiatan sosialisasi ini, semua pihak dapat bersinergi dalam memastikan bahwa seluruh jemaah haji dapat melaksanakan puncak ibadah haji secara normal dan sehat,” ujarnya di Makkah pada Sabtu (16/5).
Puji juga menekankan pentingnya pengaturan kesehatan dan aktivitas jemaah haji agar tidak terjadi kelelahan sebelum pelaksanaan Armuzna. Hal ini sangat penting mengingat kondisi fisik jemaah yang beragam, termasuk jemaah lansia dan mereka yang memiliki riwayat kesehatan tertentu.
Dalam pelaksanaan Armuzna, PPIH Arab Saudi akan menerapkan skema Murur dan Tanazul, terutama untuk jemaah yang termasuk dalam kategori lansia dan risiko tinggi (risti), serta jemaah yang memiliki komorbid. Jemaah-jemaah tersebut tidak akan menunggu di Muzdalifah, melainkan akan langsung diangkut dengan bus dari Arafah menuju Mina.
“Jemaah yang mengikuti skema Murur tidak perlu turun di Muzdalifah dan tidak perlu menunggu hingga tengah malam untuk melanjutkan perjalanan mereka ke Mina,” jelas Puji. Sementara itu, jemaah yang dalam kondisi sehat akan tetap mabit di Muzdalifah dan akan diberangkatkan ke Mina setelah tengah malam.
Pada kesempatan yang sama, Puji memberikan pesan kepada para ketua kloter dan pembimbing ibadah untuk mematuhi ketentuan yang ditetapkan oleh Satuan Operasi Armuzna dan PPIH Arab Saudi. Ia juga mengungkapkan bahwa skema Tanazul masih dalam proses penyempurnaan.
“Saat ini kami sedang merampungkan mekanisme, peraturan, dan pembagian jemaah yang akan mengikuti skema-skema tersebut. Kami berharap semua jemaah haji dapat terlayani dengan baik pada saat pelaksanaan ibadah haji nanti,” pungkasnya.
Dengan adanya skema Murur dan Tanazul, diharapkan jemaah haji Indonesia dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lebih nyaman dan aman, tanpa terhambat oleh masalah kesehatan atau halangan lainnya. Kemenhaj berkomitmen untuk memfasilitasi jemaah agar dapat melaksanakan ibadah haji secara optimal.









