bisnis.laksamana.id – 19 Mei 2026 | Senin lalu, gubernur Jakarta, Pramono Anung meresmikan sasana tinju di bawah kolong flyover Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ring tinju ini digadang-gadang menjadi alasan penurunan angka tawuran di Jaktim pada tahun 2026.
Sasana ini lahir dari damainya sembilan kelompok gangster di Jakarta Timur. Mereka bersatu untuk menekan angka tawuran, lalu mengelola sasana itu bersama-sama.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin mengungkapkan bahwa sasana mulai dibangun pada Januari 2026 ini. Sebulan kemudian, sasana mulai beroperasi dan dikelola komunitas Jakarta Militan Fight Camp.
Sejak saat itu, sasana tersebut rutin digunakan untuk latihan. Meski sederhana, fasilitas di sasana ini tergolong lengkap. Ada tujuh samsak yang tergantung, dua di antaranya adalah samsak teardrop dan samsak speed ball. Selain itu, ada toilet dan lahan parkir tersedia secara layak di sasana ini.
Yance, salah satu pelatih di sasana ini, menyebutkan bahwa sasana ini menggelar latihan setiap hari, kecuali Minggu. Jam latihan pun cukup panjang, yaitu dari pukul 16.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.
Yance juga menyebutkan bahwa ada sekitar 200 orang yang pernah berlatih di sasana ini. Sekitar 60 orang di antaranya rutin berlatih.
Latihan di sini pun hanya dipungut biaya Rp 10 ribu untuk kontribusi perawatan. Sebab, meskipun fasilitas yang ada cukup lengkap, biaya perawatan masih belum tersedia.
Dengan resminya sasana ini, pengelolaan menjadi lebih baik dan dapat menggelar kompetisi. Yance berharap bahwa dengan sasana ini, bibit unggul petinju dapat terlihat dari sasana ini.
Sasana tinju di kolong flyover Pasar Rebo ini telah menunjukkan hasil yang positif. Dengan sasana ini, Jakarta Timur dapat menjadi pusat tinju di Indonesia.
Kepengurusan komunitas ini pun cukup rapih dan jelas. Paling utama, terdapat penanggung jawab atas sasana. Setelah itu, ada bidang perawatan, pengelolaan, dan penjagaan sasana. Terakhir, ada bagian kepelatihan yang mengatur porsi dan jadwal latihan.
Dengan demikian, sasana tinju di kolong flyover Pasar Rebo ini dapat menjadi contoh bagi sasana-sasana tinju lainnya di Indonesia.









