Scroll to read post

Rieke Diah Usulkan Satu Data Haji Nasional untuk Percepatan Integrasi

Rosmiya Patricea
Rieke Diah Usulkan Satu Data Haji Nasional untuk Percepatan Integrasi
Rieke Diah Usulkan Satu Data Haji Nasional untuk Percepatan Integrasi
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 24 Mei 2026 | Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI Rieke Diah Pitaloka mendorong percepatan integrasi data haji nasional setelah mempelajari sistem digital penyelenggaraan haji di Arab Saudi. Rieke melakukan pemantauan langsung ke dua syarikah pengelola data jemaah Indonesia tahun 2026, yakni Raqeen Mashariq dan Al Bait Guests, di Makkah, Jumat (22/5).

Saat memantau sistem digital Saudi, Rieke menyaksikan bagaimana sistem digital Saudi harus menyesuaikan dengan sistem konvensional Indonesia, termasuk dalam pengelolaan dokumen jemaah. "Di Raqeen kami melihat fakta sistem digital Saudi harus "berjibaku" dengan sistem konvensional Indonesia. Syarikah menyimpan fisik paspor di loker-loker yang harus dijaga bergantian. Dengan sistem pengarsipan yang tertata," kata Rieke di Makkah, Sabtu (23/5).

Rieke juga membahas tentang integrasi SISKOHAT dengan platform Nusuk, yang telah berhasil mewujudkan proses pemvisaan otomatis dan real-time, serta mencatatkan rekor nol SPLP sepanjang sejarah haji Indonesia. Dia juga mengusulkan penerapan prinsip Once Only dalam seluruh siklus layanan haji hingga target Haji Paperless 2030.

Rieke menegaskan Indonesia perlu mempercepat implementasi Satu Data Indonesia dan Sistem Pemerintahan Digital melalui satu dashboard nasional. "Kita telah memulai langkah besar. Sekarang waktunya melompat. Dengan Satu Data Indonesia dan Satu Dashboard Nasional, kita mampu memberikan pelayanan haji yang lebih bermartabat, aman, dan berkelas dunia bagi seluruh jemaah," kata dia.

Rieke juga mengusulkan penerapan prinsip Once Only dalam seluruh siklus layanan haji hingga target Haji Paperless 2030. "Targetkan Haji Paperless 2030, paspor fisik tidak lagi disimpan syarikah karena semua identitas sudah digital dan terverifikasi. Kerja sama dengan syarikah lebih pada pengamanan dan penggunaan data digital dari mulai persiapan prmberangkatan hingga pemulangan jemaah," tutur Rieke.