Scroll to read post

Purbaya Yudhi Sadewa: Panda Bond Lebih Menarik dan Ekonomis Dibanding Dim Sum Bond

Raaqiyah Suginah
Purbaya Yudhi Sadewa: Panda Bond Lebih Menarik dan Ekonomis Dibanding Dim Sum Bond
Purbaya Yudhi Sadewa: Panda Bond Lebih Menarik dan Ekonomis Dibanding Dim Sum Bond
A-AA+A++

bisnis.laksamana.id – 11 Mei 2026 | Dalam upaya mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar AS, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pemerintah akan menerbitkan Panda Bond di pasar China. Purbaya menekankan bahwa bunga dari Panda Bond tersebut akan lebih rendah dibandingkan dengan Dim Sum Bond, yang merupakan instrumen utang dalam mata uang yuan yang diterbitkan di luar China.

Panda Bond, yang merupakan obligasi yang diterbitkan dalam mata uang yuan dan dijual kepada investor di China, diperkirakan akan menarik minat yang signifikan. Purbaya menambahkan bahwa bunga yang ditawarkan akan lebih kompetitif dibandingkan dengan Dim Sum Bond, yang sering kali menjadi pilihan bagi negara-negara yang ingin menarik investor di pasar China.

Dengan suku bunga yang lebih rendah, pemerintah berharap dapat menarik lebih banyak investor, yang pada gilirannya akan memperkuat cadangan devisa dan stabilitas ekonomi nasional. “Ini adalah kesempatan untuk memposisikan Indonesia sebagai pemain utama di pasar obligasi internasional, khususnya di Asia,” kata Purbaya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Dim Sum Bond telah menjadi pilihan populer bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, dengan peluncuran Panda Bond, pemerintah Indonesia menunjukkan bahwa mereka berani mengambil langkah baru dalam memanfaatkan peluang di pasar obligasi global. “Kami percaya bahwa dengan strategi yang tepat, Panda Bond akan menjadi alternatif yang menarik bagi investor,” tambahnya.

Purbaya juga menjelaskan bahwa penerbitan Panda Bond merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mengurangi utang dalam dolar AS. Ketergantungan yang tinggi terhadap dolar bisa menjadi risiko bagi stabilitas ekonomi, terutama di tengah fluktuasi nilai tukar. Dengan memanfaatkan mata uang lain, diharapkan risiko tersebut dapat diminimalisir.

“Kami akan terus berupaya untuk menemukan cara-cara baru dalam mendiversifikasi portofolio utang kami, dan Panda Bond adalah salah satu langkah yang kami ambil untuk mencapai tujuan tersebut,” ungkap Purbaya.

Pemerintah Indonesia juga berencana untuk meningkatkan kerjasama dengan lembaga keuangan di China untuk mempermudah akses investor. Diharapkan, langkah ini tidak hanya akan meningkatkan minat investor, tetapi juga memperkuat hubungan antara Indonesia dan China dalam bidang keuangan.

Secara keseluruhan, penerbitan Panda Bond diharapkan dapat memberikan keuntungan ganda bagi Indonesia: mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan membuka peluang pendanaan yang lebih murah melalui pasar obligasi di China. Dalam konteks ini, pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar dan menyesuaikan strategi sesuai dengan kebutuhan ekonomi nasional.

Dengan semua langkah ini, diharapkan Indonesia dapat lebih mandiri dalam pengelolaan utang dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.